AMBON, Siwalima.id - Sebanyak lima orang pemuda yang tergabung dalam Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bank Maluku-Malut, Rabu (20/5).
Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.30 hingga 11.20 WIT ini dipimpin Ketua DPW LIRA Maluku, Salim Rumakefing dan berlangsung dengan pengawalan ketat aparat Polresta Ambon.
LIRA Maluku dalam orasinya menyoroti persoalan penangangan perkara dugaan korupsi pengadaan pakaian seragam karyawan Bank Maluku-Malut yang hingga saat ini belum tuntas ditangani Kejaksaan Negeri Ambon.
Salim menyayangkan progres penangangan perkara oleh Kejari Ambon yang sama sekali belum menunjukkan progres penegakan hukum yang signifikan apalagi pihak Kejari juga belum memeriksa seluruh pegawai bank plat merah tersebut.
"Dalam kasus ini mestinya Kejari Ambon harus juga memanggil seluruh pegawai Bank Maluku-Malut untuk meminta keterangan terkait pengadaan pakaian seragam itu," kesal Salim.
Pemanggilan pegawai Bank Maluku-Malut kata Salim, diperlukan guna membuatnya terang tindak pidana yang terjadi sehingga kasus ini dapat dibuka sejelas-jelasnya termasuk mencari aktor utama dibalik kebijakan pengadaan pakaian seragam tersebut.
Salim juga menyayangkan sikap Kejari Ambon yang sampai saat ini belum juga menetapkan tersangka dalam kasus pengadaan pakaian seragam padahal begitu banyak mantan pimpinan bank yang diperiksa beberapa waktu lalu
Menurutnya Kejari Ambon harus memberikan kepastian terkait dengan penangangan kasus pengadaan pakaian seragam di Bank Maluku-Malut agar tidak menjadi bola liar ditengah masyarakat.
"Karena itu kita mendesak Kejari Ambon untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus pengadaan pakaian seragam pegawai Bank Maluku-Malut. Artinya kalau terkendala hasil audit maka kita juga mendesak BPK agar secepatnya mengeluarkan hasil audit," jelasnya.
Pemuda LIRA juga meminta pemegang saham untuk terus melakukan evaluasi terhadap kinerja para direktur guna memastikan tata kelola di Bank Maluku-Malut terbebas dari penyimpangan.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar mengaku menghormati penyampaian aspirasi yang dilakukan LIRA Maluku.
"Kita hargai, tapi kalau soal proses hukum itu bukan ranah kami," tegas Imbar kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (20/5). (S-20)