AMBON, Siwalima.id - Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease memastikan informasi mengenai aksi begal yang ramai beredar di Kelurahan Lateri, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, belum terbukti.
Hingga kini, polisi masih mendalami laporan dugaan pencurian sepeda motor yang terjadi pada, Sabtu (20/6).
Kasus tersebut bermula saat korban yang sedang mengendarai sepeda motor diduga dihentikan oleh seorang pria tak dikenal. Pelaku kemudian mengambil kunci kendaraan dan membawa kabur sepeda motor milik korban. Peristiwa itu menyebabkan korban mengalami trauma dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Baguala.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Baguala langsung bergerak melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian, memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi dan informasi awal.
Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay, mengatakan hingga saat ini penyidik belum menemukan fakta maupun bukti yang mengarah pada tindak pidana begal sebagaimana informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sampai saat ini belum ada fakta yang menguatkan bahwa kejadian tersebut merupakan aksi begal,” ujar Luhukay.
Menurutnya, kepolisian masih terus mendalami kronologi kejadian untuk memastikan fakta yang sebenarnya sekaligus mengungkap identitas pelaku yang diduga membawa kabur sepeda motor korban.
Polisi juga mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan.
“Kami menegaskan bahwa isu begal yang beredar saat ini belum dapat dibenarkan dan masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum,” tegasnya.
Terkait informasi yang beredar bahwa motor tersebut ditarik pihak leasing akibat adanya tunggakan cicilan, Luhukay belum bisa membenarkan lantaran masih dalam penyelidikan mendalam.
“Apapun motifnya polisi sementara melakukan penyelidikan mendalam, kami tidak mau berasumsi karena belum ada bukti yang mengarah ke isu isu tersebut,” tandasnya.(S-10)