SIWALIMA.id > Berita
Maluku dapat Bantuan dari Panita Natal Nasional
Daerah | Senin, 2 Februari 2026 pukul 14:36 WIT

AMBON, Siwalima.id - Panitia Natal Nasional tahun 2025 menyalurkan sejumlah bantuan kepada Provinsi Maluku yang ber­langsung di Baileo Oiku­mene, Ambon, Sabtu (31/1).

Sejumlah bantuan yang disalurkan tersebut dianta­ranya, 2.000 paket semba­ko, tiga unit mobil ambulance dan beasiswa kepa­da sejumlah siswa di Provinsi Maluku.

Gubernur Maluku, Hen­drik Lewerissa mengata­kan, pemberian bantuan 2.000 dan sejumlah ban­tuan lain oleh panitia Natal 2025 merupakan bentuk pemaknaan terhadap natal yang sesungguhnya.

“Pemerintah Provinsi Maluku tentu menyambut baik penyaluran bantuan oleh Panitia natal setelah sebelumnya panitia Natal sudah melakukan renovasi gereja-gereja yang tersebar di wilayah Maluku,” ungkap Gubernur.

Menurutnya, Panitia Natal 2025 telah mengalokasikan 80 persen dari anggaran perayaan Natal yang terkumpul untuk penyaluran ban­tuan di Maluku termasuk beasiswa kepada sejumlah siswa di Kota Ambon yang masing-masing sebesar 10 juta rupiah.

Selain itu bantuan tiga unit mobil ambulance yang diberikan akan disalurkan kepada tiga rumah sakit, sambil berharap dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai aksi kemanusiaan bagi masyarakat di Maluku.

“Kita berharap ke depan pera­yaan model-model perayaan Natal seperti beginilah yang kita harapkan. Jadi lebih banyak kita alokasikan dananya untuk aksi kemanusiaan,” harapnya. 

Sementara itu perwakilan panitia Natal, Bobi Muliadi Sagala men­jelaskan, seluruh bantuan yang diberikan tidak menggunakan dana dari APBN maupun APBD melainkan bersumber murni dari kontribusi swasta yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kese­jahteraan masyarakat, sehingga menjadi contoh inspiratif bagi banyak pihak untuk turut serta dalam memberikan bantuan yang bermanfaat.

Menurutnya, konsep perayaan Natal tahun 2025 lebih fokus pada aksi sosial kemasyarakatan yang diharapkan dapat menjadi contoh terbaik, yang dapat diikuti pada tahun-tahun mendatang, sehingga manfaat yang diperoleh dapat semakin luas cakupannya dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat yang tinggal dalam kebhinekaan budaya dan agama yang kaya serta menjadi keba­nggaan bersama bagi bangsa yang memiliki keragaman yang sangat luas dan beragam.

“Perayaan hari besar agama tidak hanya sebatas pada pemak­naan nilai-nilai spiritual semata, namun juga dapat dijadikan se­bagai momentum yang berharga untuk memperkuat tali silaturahmi dan sikap kepedulian yang tulus antar sesama masyarakat yang tinggal dalam kebhinekaan yang penuh warna serta menjadi contoh bagi banyak pihak yang ingin berkontribusi aktif bagi kemajuan daerah dan negara secara kese­luruhan,” jelas Bobi.(S-20)

BERITA TERKAIT