AMBON, Siwalima.id - Panitia Natal Nasional tahun 2025 menyalurkan sejumlah bantuan kepada Provinsi Maluku yang berlangsung di Baileo Oikumene, Ambon, Sabtu (31/1).
Sejumlah bantuan yang disalurkan tersebut diantaranya, 2.000 paket sembako, tiga unit mobil ambulance dan beasiswa kepada sejumlah siswa di Provinsi Maluku.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan, pemberian bantuan 2.000 dan sejumlah bantuan lain oleh panitia Natal 2025 merupakan bentuk pemaknaan terhadap natal yang sesungguhnya.
“Pemerintah Provinsi Maluku tentu menyambut baik penyaluran bantuan oleh Panitia natal setelah sebelumnya panitia Natal sudah melakukan renovasi gereja-gereja yang tersebar di wilayah Maluku,” ungkap Gubernur.
Menurutnya, Panitia Natal 2025 telah mengalokasikan 80 persen dari anggaran perayaan Natal yang terkumpul untuk penyaluran bantuan di Maluku termasuk beasiswa kepada sejumlah siswa di Kota Ambon yang masing-masing sebesar 10 juta rupiah.
Selain itu bantuan tiga unit mobil ambulance yang diberikan akan disalurkan kepada tiga rumah sakit, sambil berharap dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai aksi kemanusiaan bagi masyarakat di Maluku.
“Kita berharap ke depan perayaan model-model perayaan Natal seperti beginilah yang kita harapkan. Jadi lebih banyak kita alokasikan dananya untuk aksi kemanusiaan,” harapnya.
Sementara itu perwakilan panitia Natal, Bobi Muliadi Sagala menjelaskan, seluruh bantuan yang diberikan tidak menggunakan dana dari APBN maupun APBD melainkan bersumber murni dari kontribusi swasta yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat, sehingga menjadi contoh inspiratif bagi banyak pihak untuk turut serta dalam memberikan bantuan yang bermanfaat.
Menurutnya, konsep perayaan Natal tahun 2025 lebih fokus pada aksi sosial kemasyarakatan yang diharapkan dapat menjadi contoh terbaik, yang dapat diikuti pada tahun-tahun mendatang, sehingga manfaat yang diperoleh dapat semakin luas cakupannya dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat yang tinggal dalam kebhinekaan budaya dan agama yang kaya serta menjadi kebanggaan bersama bagi bangsa yang memiliki keragaman yang sangat luas dan beragam.
“Perayaan hari besar agama tidak hanya sebatas pada pemaknaan nilai-nilai spiritual semata, namun juga dapat dijadikan sebagai momentum yang berharga untuk memperkuat tali silaturahmi dan sikap kepedulian yang tulus antar sesama masyarakat yang tinggal dalam kebhinekaan yang penuh warna serta menjadi contoh bagi banyak pihak yang ingin berkontribusi aktif bagi kemajuan daerah dan negara secara keseluruhan,” jelas Bobi.(S-20)