AMBON, Siwalima.id - Ketua Umum Pengurus Sinode AM (PSA) GKRIA Pendeta Eny Vice Engelica mengaku, musyawarah jemaat merupakan kesempatan berharga menata arah pelayanan, memperkuat kebersamaan dan meneguhkan komitmen jemaat, sebagai tubuh Kristus.
Hal itu disampaikan Pendeta Engelica saat membuka musyawarah jemaat Gereja Kristen Reformasi Indonesia Solgracia Ambon, yang berlangsung di Gedung Gereja Solgracia, Minggu (25/1).
Menurut Pendeta Engelica tema tahun ini, Pemberdayaan Jemaat Dalam Kepemimpinan yang Melayani (1 Petrus 4:10). Ayat ini,mengingatkan, setiap jemaat memiliki karunia yang unik dan karunia itu harus dipakai untuk melayani sesama.
“Kepemimpinan yang sejati bukanlah soal kedudukan atau kuasa melainkan tentang kerendahan hati dan kesediaan untuk melayani,” tandas Engelica.
Menurutnya, Musja merupakan satu acara penting bagi jemaat GKRIA Solgracia Ambon untuk bersama-sama menetapkan arah dan tujuan pelayanan selama 1 tahun. “Mari melihat pengalaman di tahun kemarin, sehingga dari pengalaman-pengalaman ini dapat dilihat, apakah sudah membawa dampak positif dalam kehidupan berjemaat, secara khusus pertumbuhan iman umat, karena setiap yang diprogramkan ada tujuan dan ada harapan,” ucap Engelica.
Jemaat diberdayakan menurut Pendeta Engelica, ketika setiap anggota terlibat, didengar dan diberi ruang untuk berkontribusi dalam pelayanan, sebab kepemimpinan yang melayani akan melahirkan jemaat yang kuat, penuh kasih dan siap menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
“Saya mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan musyawarah ini sebagai ruang persekutuan, yang penuh kasih keterbukaan dan semangat melayani. Kiranya keputusan-keputusan yang dihasilkan, membawa jemaat semakin bertumbuh dalam iman, dan semakin giat dalam misi Kristus,” harapnya.
Sementara itu Ketua Badan Pelayanan Jemaat GKRIA Solgracia Ambon Pendeta Ny. L.T Laturake/S menjelaskan, musyawarah jemaat ini, merupakan agenda gereja sebagai bagian dari tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan di tengah-tengah dunia.
Untuk itu, dirinya berharap, dalam pelaksanaan Musja XXII ini kiranya dapat melahirkan pokok-pikiran pikiran dan keputusan yang baru dalam pengembangan gereja ini kedepan. “Kami juga berharap kiranya pelaksanaan Musja ini dapat berjalan secara baik, aman, tertib dan lancar,” ucap Pendeta Laturake.
Ia berharap, Musja XXII ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang baik dalam konteks mewujudkan Firman Allah dalam hidup membangun gereja yang berkualitas hidup bersama.
Sebelumnya Ketua Panitia Musja XXII Jusuf Melaira dalam laporannya menjelaskan, dasar dari pelaksanaan Musja XII ini adalah, berdasarkan hasil keputusan Musja Nomor: 08/GKRIA-JS/ Musja-XXI/02/2025 tentang Pengesahan hasil pleno komisi Bidang Organisasi Musja XXI GKRIA Jemaat Solgracia Ambon, Program kerja Bidang Organisasi poin 5 tahun 2025,
SK BPJ Nomor: 0/GKRIA-JS/SK/04-2025 tentang Komposisi Kepengurusan Panitia Musja XXI Solgracia Kota Ambon tahun 2026 tertanggal 27 April 2025 tentang Komposisi Kepengurusan Panitia Musja xxii Solgracia Ambin tehaun 2026 tertanggal 27 April 2025.
“Peserta yang mengikuti Musja XXII ini berasal dari utusan-utusan pelayanan kategorial sebanyak tiga orang yang terdiri dari unsur PPB, PPI, PPGM, PPAR, ditambah dengan panitia pembangunan gedung gereja baru serta pengurus muhabat Solgracia Ambon, serta para pendeta fungsional,” urai Melaira.
Melaira juga menyampaikan terima kasih kepada badan pelayan jemaat serta seluruh jemaat GKRIA Solagracia Ambon yang telah memberi kepercayaan kepada panitia dan senantiasa memberikan dorongan kepada panitia, sehingga musja XXII ini dapat berlangsung.
“Kami juga ucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah membantu panitia dalam menunjang pelaksanaan Musja XXII, semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua,” ucap Melaira.(S-06)