AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon bersama Bimbingan Masyarakat Buddha Kanwil Kementerian Agama Maluku menuangkan 2.570 liter cairan Eco Enzyme di Dam Rinjani Ahuru, Kota Ambon, Minggu (10/5).
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena pada kesempatan itu mengatakan cairan Eco Enzyme memiliki manfaat besar bagi lingkungan, terutama dalam membantu menetralisir kondisi sungai serta memberikan nutrisi bagi tumbuhan sekitar aliran air.
“Dia sangat bermanfaat karena bisa menetralisir sungai yang keruh menjadi lebih jernih, kemudian memberikan nutrisi kepada tumbuhan yang ada di sekitar sungai. Ini sangat baik,” kata Wattimena.
Menurutnya, keterlibatan komunitas Bank Sampah Induk dan Eco Enzyme Nusantara sangat membantu pemerintah kota dalam upaya pengelolaan sampah rumah tangga.
Ia menjelaskan, limbah organik seperti sisa makanan, buah dan sayur kini dapat diolah menjadi Eco Enzyme yang memiliki nilai manfaat bagi lingkungan.
“Kita mendorong supaya diproduksi sebanyak mungkin lalu kita bisa membersihkan sungai-sungai yang ada di Kota Ambon,” terangnya.
Wattimena menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, Kementerian Agama, komunitas lingkungan dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Saya rasa kolaborasi yang luar biasa antara Kementerian Agama dengan pemerintah kota, komunitas Eco Enzyme, kemudian Bank Sampah Induk Bumi Lestari. Ini kerja kolaborasi yang harus terus dibangun supaya Kota Ambon semakin baik ke depan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, cairan yang dituangkan terdiri dari tiga liter cairan murni yang kemudian dicampur hingga mencapai total 2.570 liter, termasuk tambahan dari mobil pemadam kebakaran.
“Totalnya 2.570 liter, sama dengan perayaan Hari Waisak 2570 tahun di 2026,” jelasnya.
Wattimena berjanji membuka peluang kerja sama lebih lanjut dengan komunitas pengolah Eco Enzyme untuk mendukung penanganan sampah rumah tangga dan pelestarian sungai di Ambon.
“Kalau komunitas-komunitas ini bisa memproduksi Eco Enzyme dari pengolahan sampah rumah tangga, pemerintah bisa beli lalu kita campur sama-sama dan tuangkan di sungai-sungai yang lain,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Maluku, H Yamin, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun bersama Pemkot Ambon dalam kegiatan pelestarian lingkungan tersebut.
“Saya pikir kita perlu bersyukur ada kolaborasi antara Kementerian Agama khususnya Pembimas Buddha dengan pemerintah kota dalam rangka ekologi terkait penuangan 2.570 liter cairan Eco Enzyme,” ujarnya.
Kegiatan lanjutnya merupakan rangkaian dari perayaan suci Vesakha Sananda 2570 Buddhis Era dalam menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak yang akan diperingati pada 31 Mei nanti.
Menurut Yamin, kegiatan tersebut menunjukkan hubungan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam menjaga lingkungan hidup.
Ia berharap kolaborasi serupa terus berlanjut di masa mendatang demi menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan suasana damai dan aman bagi masyarakat.
“Ini bukan sampai di sini saja, tapi saya berharap ke depan ada kerja sama lagi dalam rangka melestarikan lingkungan agar tetap baik sehingga masyarakat di Maluku terutama Kota Ambon bisa menikmati kedamaian dan keamanan,” perannya.
Momentum itu dimaknai sebagai ajakan untuk merawat bumi, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat nilai kasih, kedamaian, dan kepedulian terhadap alam melalui aksi nyata. (S-30)