AMBON, Siwalima.id - Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di wilayah kepulauan terus digencarkan OJK Provinsi Maluku.
Melalui serangkaian program edukasi dan koordinasi strategis di Kota Tual, OJK Maluku berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tual dan pelaku usaha sektor keuangan untuk memastikan masyarakat kepulauan semakin memahami serta memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan produktif.
Kepala OJK Maluku, Andi M Yusuf, dalam rilisnya, Minggu (2/11) mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperluas akses layanan keuangan tidak hanya di pusat kota, tetapi juga menjangkau masyarakat pesisir, pelajar, pelaku UMKM, hingga aparatur pemerintah di daerah kepulauan.
Kegiatan dimulai dari lingkungan pendidikan melalui sosialisasi keuangan syariah di Madrasah Aliyah Raudhah Kota Tual.
“Ratusan pelajar dan guru mengikuti sesi interaktif mengenai prinsip dasar keuangan syariah, pengenalan produk perbankan syariah, serta pentingnya menabung sejak dini melalui program Simpanan Pelajar (SimPel),” jelas Kepala OJK.
Dalam kegiatan itu, OJK juga memberikan edukasi tentang bahaya kejahatan digital yang kian marak menyasar generasi muda, termasuk risiko judi online dan penipuan keuangan digital.
Para pelajar didorong untuk membangun kebiasaan positif dalam mengelola uang, memahami instrumen keuangan yang aman, serta menjauhi praktik keuangan ilegal yang dapat merugikan masa depan,” ujar Andi.
Setelah menyasar kalangan pelajar, OJK Maluku melanjutkan kegiatan dengan memberikan edukasi keuangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelaku usaha di Kota Tual. Dimana materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan keluarga, akses pembiayaan usaha, investasi aman dan sesuai ketentuan, serta perlindungan tenaga kerja dan manfaat jaminan sosial bagi pelaku UMKM.
Kegiatan ini juga menjadi forum dialog terbuka antara peserta dan pemangku kepentingan dalam membahas tantangan ekonomi di wilayah kepulauan, termasuk solusi memanfaatkan layanan keuangan formal dan program pembiayaan yang tersedia di daerah.
Pihaknya berharap, upaya ini mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, memperkuat daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tual secara bertahap dan berkelanjutan.
Langkah ini juga menjadi bagian penting dari agenda inklusi keuangan nasional, bahwa layanan keuangan harus hadir merata untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan. (S-25)