SIWALIMA.id > Berita
Pasca Gempa, Warga Tiga Desa di SBB Mengungsi
Daerah | Senin, 7 Juli 2025 pukul 23:52 WIT

AMBON, Siwalimanews – Warga tiga desa di Ke­camatan Amalatu, Kabu­pa­ten Seram Bagian Barat, Ma­luku, memilih meng­ung­si ke kawasan pegu­nungan, usai wilayah itu diguncang Gempa  M4,9, berpusat pada kedalaman 2 km dibawah permukaan laut, Jumat (4/7) pukul 22.59 WIT.

Dari informasi yang di­peroleh Siwalima, warga mu­lai mengungsi sejak Jumat malam sambil men­dirikan tenda-tenda darurat setelah rentetan getaran gempa susulan terus me­ngguncang wilayah terse­but.

Adapun warga tiga desa yang mengungsi ke lokasi pegunungan diantaranya, warga Desa Latu, Hualoy dan Tomalehu.

“Sampai siang ini banyak sekali warga masih berada di lokasi pengungsian,” kata Camat Amalatu Rafly Alaydrus, Sabtu  (5/7).

Dikatakan, warga membangun tenda darurat secara mandiri dise­jumlah lokasi hutan dan daerah pegunungan di wilayah itu.

“Mereka memilih mengungsi karena takut tsunami dan takut tertimpa reruntuhan rumah, karena banyak rumah yang sudah retak,” kata Rafly.

Warga mengaku memilih me­ngungsi ke lokasi aman, menyusul gempa di wilayah tersebut masih terus terjadi dan dirasakan geta­rannya.

“Setiap hari kita merasakan geta­ran gempa di sini, jadi kita takut jangan sampai ada gempa besar yang bisa memicu tsunami,” kata Hafid Patty warga Desa Latu.

Sementara, Kepala Badan Me­teo­rologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto Kuncoro mencatat, gempa yang terjadi di Kecamatan Amalatu sejak 22 Juni hingga saat ini telah mencapai lebih dari 80 kali.

“Kita sudah buat pemetaan, sejak 22 Juni itu ada gempa M 4,9 dan tadi malam juga kekuatannya sama, nah ini kami coba memoni­tor dan total sudah lebih 80 kali gempa di wilayah Amalatu baik di bawah 3 M maupun 4,9 M,” ungkapnya

Himbau Waspada

Kuncoro mengungkapkan, Gem­pa­bumi Tektonik M4.9 dirasakan di Amalatu, Kairatu, Masohi, Saparua dan Ambon

Adapun kejadian dan parameter gempabumi terjadi pada Jumat 4 Juli 2025 pukul 22:59:31 WIT

Hasil analisis BMKG menunjuk­kan gempabumi ini memiliki ke­kuatan M=4.9. Episenter gempa­bumi terletak pada koordinat 3.4 LS; 128.64 BT, atau tepatnya berlo­kasi di darat 5 km Baratlaut Amalatu-SBB pada kedalaman 10 km.

Dikatakan, dengan memperhati­kan lokasi episenter dan keda­laman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gem­pabumi dangkal, akibat adanya aktivitas sesar aktif.

Sedangkan dampak gampa yaitu, dirasakan di daerah Amalatu, Kairatu, Masohi, Saparua dan Ambon dengan skala intensitas III-IV MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah-getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Hingga saat ini terdapat satu laporan dam­pak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Sementara gempa susulan hi­ngga pukul 00:10 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukan terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 7 kali.

BMKG himbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat diper­tanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Selanjutnya, periksa dan pasti­kan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” himbaunya.

Dia juga meminta untuk pasti­kan informasi resmi hanya ber­sumber dari BMKG yang disebar­kan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_ BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Guncang Waesama

Gempa bumi dengan Magnitudo M=4.2 mengguncang wilayah Waesama Buru Selatan. Sabtu. (5/7) pukul 02:21:21 WIT

Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro dalam rilis yang diterima Siwalima. Sabtu (5/7) menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=4.2.

Menurutnya, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.97 lintang Selatan, 126.85 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut 19 Km Tenggara Namrole Buru Selatan dengan kedalaman 11 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hipo­senter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” tulis Kuncoro dalam rilis tersebut

Dikatakan, Gempa bumi ini ber­dampak dan dirasakan di daerah Waesama, Buru Selatan dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ungkapnya

Kuncoro mengaku, hingga pukul 04:00 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya akti­vitas gempa bumi susulan (aftershock). (S-26/S-27)

BERITA TERKAIT