AMBON, Siwalimanews – Warga tiga desa di KeÂcamatan Amalatu, KabuÂpaÂten Seram Bagian Barat, MaÂluku, memilih mengÂungÂsi ke kawasan peguÂnungan, usai wilayah itu diguncang Gempa M4,9, berpusat pada kedalaman 2 km dibawah permukaan laut, Jumat (4/7) pukul 22.59 WIT.
Dari informasi yang diÂperoleh Siwalima, warga muÂlai mengungsi sejak Jumat malam sambil menÂdirikan tenda-tenda darurat setelah rentetan getaran gempa susulan terus meÂngguncang wilayah terseÂbut.
Adapun warga tiga desa yang mengungsi ke lokasi pegunungan diantaranya, warga Desa Latu, Hualoy dan Tomalehu.
âSampai siang ini banyak sekali warga masih berada di lokasi pengungsian,â kata Camat Amalatu Rafly Alaydrus, Sabtu (5/7).
Dikatakan, warga membangun tenda darurat secara mandiri diseÂjumlah lokasi hutan dan daerah pegunungan di wilayah itu.
âMereka memilih mengungsi karena takut tsunami dan takut tertimpa reruntuhan rumah, karena banyak rumah yang sudah retak,â kata Rafly.
Warga mengaku memilih meÂngungsi ke lokasi aman, menyusul gempa di wilayah tersebut masih terus terjadi dan dirasakan getaÂrannya.
âSetiap hari kita merasakan getaÂran gempa di sini, jadi kita takut jangan sampai ada gempa besar yang bisa memicu tsunami,â kata Hafid Patty warga Desa Latu.
Sementara, Kepala Badan MeÂteoÂrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto Kuncoro mencatat, gempa yang terjadi di Kecamatan Amalatu sejak 22 Juni hingga saat ini telah mencapai lebih dari 80 kali.
âKita sudah buat pemetaan, sejak 22 Juni itu ada gempa M 4,9 dan tadi malam juga kekuatannya sama, nah ini kami coba memoniÂtor dan total sudah lebih 80 kali gempa di wilayah Amalatu baik di bawah 3 M maupun 4,9 M,â ungkapnya
Himbau Waspada
Kuncoro mengungkapkan, GemÂpaÂbumi Tektonik M4.9 dirasakan di Amalatu, Kairatu, Masohi, Saparua dan Ambon
Adapun kejadian dan parameter gempabumi terjadi pada Jumat 4 Juli 2025 pukul 22:59:31 WIT
Hasil analisis BMKG menunjukÂkan gempabumi ini memiliki keÂkuatan M=4.9. Episenter gempaÂbumi terletak pada koordinat 3.4 LS; 128.64 BT, atau tepatnya berloÂkasi di darat 5 km Baratlaut Amalatu-SBB pada kedalaman 10 km.
Dikatakan, dengan memperhatiÂkan lokasi episenter dan kedaÂlaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gemÂpabumi dangkal, akibat adanya aktivitas sesar aktif.
Sedangkan dampak gampa yaitu, dirasakan di daerah Amalatu, Kairatu, Masohi, Saparua dan Ambon dengan skala intensitas III-IV MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah-getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Hingga saat ini terdapat satu laporan damÂpak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Sementara gempa susulan hiÂngga pukul 00:10 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukan terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 7 kali.
BMKG himbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat diperÂtanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
âSelanjutnya, periksa dan pastiÂkan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,â himbaunya.
Dia juga meminta untuk pastiÂkan informasi resmi hanya berÂsumber dari BMKG yang disebarÂkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_ BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
Guncang Waesama
Gempa bumi dengan Magnitudo M=4.2 mengguncang wilayah Waesama Buru Selatan. Sabtu. (5/7) pukul 02:21:21 WIT
Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro dalam rilis yang diterima Siwalima. Sabtu (5/7) menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=4.2.
Menurutnya, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.97 lintang Selatan, 126.85 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut 19 Km Tenggara Namrole Buru Selatan dengan kedalaman 11 km.
âDengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hipoÂsenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,â tulis Kuncoro dalam rilis tersebut
Dikatakan, Gempa bumi ini berÂdampak dan dirasakan di daerah Waesama, Buru Selatan dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah).
âHingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,â ungkapnya
Kuncoro mengaku, hingga pukul 04:00 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktiÂvitas gempa bumi susulan (aftershock). (S-26/S-27)