SIWALIMA.id > Berita
Pelabuhan Yos Sudarso Mengecewakan
Daerah | Rabu, 17 Desember 2025 pukul 13:50 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pelayanan bagi penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon saat mudik Natal dan Tahun Baru sangat mengecewakan masyarakat.

DPRD Maluku bahkan menilai PT Pelindo Regional 4, tidak siap mengelola Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ketika mudik, karena terjadi penumpukan penumpang dan fasi­litas pelabuhan yang tidak memadai dan kesiapan lainnya tidak memenuhi standar.

“Kebutuhan dasar seperti toilet, tempat mandi, tenda penampungan, hingga pos pengaduan seharusnya sudah disiapkan sejak awal. Fakta di lapangan menunjukkan kesiapan tersebut belum maksimal,” kesal Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo usai melakukan peninjauan ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Selasa (16/12).

Ia menyebut kalau DPRD mene­rima laporan yang bagus dalam hal ini kesiapan pelabuhan menyambut mudik Natal dan Tahun Baru.

“Laporan ke kami seolah-olah se­mua sudah siap, tapi kenyataannya di lapangan tidak seperti itu. Tanggal 16 belum siap apa-apa, padahal pun­cak arus Natal dimulai 17 Desember. Ini yang membuat kami kecewa,” tegasnya.

Selain itu dalam sidak komisi III menemukan keterbatasan toilet padahal penumpang cukup banyak, tidak adanya tempat berteduh, hingga praktik calo tiket yang berkeliaran.

“Hal-hal sederhana seperti toilet, tempat mandi, tenda, ini seharusnya sudah dipikirkan dari awal. Untung ini bukan musim hujan. Bayangkan kalau hujan, kondisinya akan lebih parah,” ungkapnya.

Untuk itu ia meminta agar agar pos pengamanan Natal diaktifkan, sehingga masyarakat dapat me­nyam­paikan keluhan secara lang­sung dan cepat ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kadis Perhubu­ngan Maluku, M. Malawat yang ikut dalam sidak membenarkan kalau di pelabuhan yos sudarso kekurangan banyak fasilitas penunjang bagi penumpang.

Kita akan segera melakukan koor­dinasi lintas instansi untuk meng­atasi persoalan tersebut. Tempatnya sempit, toilet terbatas. Ini akan segera kami koordinasikan, terma­suk penambahan tenda dan penye­diaan toilet portable,” janjinya.

Terkait dengan persoalan penum­pang yang menginap di pelabuhan bukan hanya terjadi saat Natal dan Tahun Baru, melainkan masalah lama yang telah berulang setiap tahun.

Menurutnya, juga sudah menjadi catatan dalam desain pengem­bangan pelabuhan ke depan.

“Penumpang memilih tinggal di pelabuhan karena tidak punya cu­kup biaya atau ditolak pengina­pan akibat barang bawaan yang banyak. Ini sudah lama kami sampaikan ke pengelola pelabuhan dan akan di­perhitungkan dalam desain pela­buhan yang baru,” jelasnya.

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan dinas PU, PT Pelindo, BN­PB, serta aparat terkait untuk penam­bahan tenda, toilet mobil, dan peng­amanan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Kami mohon maaf atas ketidak­nyamanan ini. Setelah ini kami akan langsung berkoordinasi untuk me­nyiapkan fasilitas tambahan, ter­utama di Pelabuhan Yos Sudarso,” ujarnya.

Untuk diketahui,  on the spot yang dilakukan Komisi III DPRD Maluku menjawab hasil rapat de­ngar pendapat pada 1 Desember lalu untuk kesiapan Natal dan Tahun Baru serta antisipasi lonjakan penumpang.

Sejumlah anggota komisi ikut hadir seperti Sekretaris Komisi III, Abdullah Kelilauw, Amirudin, Ros­tina dan La Nyong serta sejumlah pegawai  komisi.

On the spot itu sendiri dilakukan di sejumlah Pelabuhan. Mulai dari pelabuhan Yos Sudarso, Slamet Riyadi, Galala, Tulehu dan berakhir di Pelabuhan Hunimua Liang.

Salah satu warga Tanimbar kepada wartawan saat mengikuti sidak dengan DPRD di pelabuhan Yos Sudarso mengaku kalau untuk mengecas telepon genggam atau handphone harus mengeluarkan biaya Rp 5000.

“Sekali cas HP harus bayar 5000, padahal ini pelabuhan umum yang pelayanan harus gratis, tetapi ini ke­nyataan kita harus bayar. Banyakan berapa uang di sedot dari ribuan penumpang yang menginap di pelabuhan, kesalnya.

Ia mengaku tidak tahu harus me­ngadu kemana karena selain ber­bayar, fasilitas yang disiapkan PT pelindo sebagai pengelola pelabu­han tidak memadai.

Harusnya pengelola pelabuhan tahu, kalau saat ini penumpang mudik pasti banyak dan pelayanan harus lebih baik dari waktu ke waktu, tapi ini sebaliknya. Kami kecewa dengan pelindo,” kesalnya.

Sementara itu tim dari PT Pelindo yang hadir dalam sidak pun enggan memberikan komentar terkait ba­nyaknya temuan yang didapat terkait kesiapan pelayanan publik di Pelabuhan Yos Sudarso. 

Naikan Tarif Penumpang

Sementara itu pada awal Oktober lalu, PT pelindo ambon telah menai­kan tarif tanda masuk (PAS) pela­buhan untuk penumpang kapal laut dari awalnya Rp 25.000 menjadi Rp 37.500.

Kenaikan tarif ini demi mening­katkan kualitas pelayanan, kenya­manan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. (S-26)

BERITA TERKAIT