AMBON, Siwalima.id - Pembangunan pastori I Jemaat GPM Imanuel, Karang Panjang dimulai pasca peletakan batu pertama oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Minggu (3/5).
“Di tengah kondisi saat ini, membangun bukan perkara mudah. Karena itu dibutuhkan semangat, kerja bersama dan komitmen seluruh jemaat,” kata gubernur dalam sambutanya.
Gubernur menyinggung musibah kebakaran yang beberapa waktu lalu menimpa kantor gereja sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama oleh jemaat untuk bangkit dan terus melanjutkan pembangunan pelayanan gereja.
Pembangunan ini sendiri katanya, membutuhkan dukungan dana yang besar. Proses pengumpulan dana harus tetap dilakukan dengan cara-cara yang mencerminkan nilai-nilai rohani dan semangat pelayanan.
“Peletakan batu penjuru bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi tanda dimulainya penguatan pelayanan gereja bagi jemaat,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan fungsi pastori tidak hanya sebagai tempat tinggal pendeta, melainkan juga sebagai pusat pelayanan dan ruang konseling bagi jemaat.
Apalagi di tengah perkembangan teknologi digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas saat ini maka penting kehadiran pendeta dalam memberikan pendampingan dan bimbingan langsung kepada jemaat.
“Kita berharap pembangunan pastori ini akan diikuti dengan pengurangan spiritualitas umat yang akan berdampak pada pembangunan karakter umat di Jemaat Imanuel ini,” tandas.
Hadir pada kegiatan itu, Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa, serta pimpinan OPD Maluku sebagai bentuk dukungan Pemerintah terhadap kehidupan bergereja dan penguatan pelayanan jemaat.(S-20)