SIWALIMA.id > Berita
Pembangunan Rumah Warga Hunuth Ditunda
Daerah , Headline | Selasa, 2 September 2025 pukul 21:53 WIT

AMBON, Siwalimanews – Pembangunan rumah warga Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon yang terbakar, Selasa (19/8) lalu mengalami penundaan.

“Rumah yang terbakar di Hunuth kita bantu dana stimulan. Rencananya untuk perbaikan rumah-rumah itu sebenarnya hari ini, hanya saja pihak TNI diminta memperkuat pasukan untuk aksi demo hari ini, maka pengerjaannya akan dilakukan nanti pada, Rabu (3/9) mendatang,” jelas Walikota Ambon, Bodewin Wattimena saat penyerahan santunan duka korban bencana alam dan dana stimulan bagi warga Hunuth dalam apel pagi bersama ASN pemkot di Pattimura Park, Senin (1/9).

Walikota berharap, bantuan dana stimulan ini diharapkan dapat membantu warga Desa Hunuth, sehingga mereka dapat kembali menempati rumah-rumah meraka.

Tak hanya bantuan stimulan pem­bangunan rumah warga Hu­nuth, Pemkot Ambon juga menye­rahkan santunan duka bagi warga yang terkena dampak bencana alam.

Menurut walikota, santunan duka yang diberikan pemkot kepada war­ga yang terkena dampak ben­cana alam yang terjadi baru-baru ini diserahkan kepada ahli waris yang keluarganya menjadi korban meninggal akibat bencana longsor maupun tertimpa pohon tumbang.

“Ini merupakan bentuk kepedu­lian pemerintah kepada masya­rakat. Ini juga merupakan santunan yang diberikan pemerintah melalui BPBD, memang tidak seberapa, tapi pemerintah berharap ini bisa membantu,” ucap walikota.

Pada kesempatan itu, walikota juga menyampaikan ucapan duka cita serta memanjatkan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi­kan kekuatan serta penghiburan.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon Frits Tatipika­lawan saat dikonfirmasi Siwalima di Balai Kota, Senin (1/9) men­jelaskan, ada empat keluarga yang menerima santunan duka.

Keempat keluarga yang menerima santunan ini, yang merupakan ahli waris dari anggota keluarganya yang meninggal dunia saat bencana alam pada kurun waktu Juli-Agustus kemarin.

“Ada 4 orang yang meninggal dunia akibat cuaca buruk yang menyebabkan bencana longsor maupun pohon tumbang. Dana santunan yang diberikan sebesar Rp5 juta sehingga total Rp20 juta yang diserahkan kepada para korban,” ungkap Frits. (S-29)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps