AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon mengajukan proposal pembangunan rumah singgah atau rumah dhuafa ke Baznas pusat.
Proposal dibawa oleh Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pemkot Ambon, Fenly Masawoy didampingi sejumlah pimpinan OPD dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Baznas Kota Ambon, Hendra Abubakar.
Kedatangan perwakilan Pemkot Ambon diterima oleh Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional Baznas, Agus Siswanto bersama jajaran pimpinan di kantornya di Jakarta, Kamis (18/6).
Dalam audiensi tersebut, Pemkot Ambon mengajukan proposal pembangunan rumah singgah yang direncanakan dikelola secara kolaboratif oleh Dinas Sosial dan Baznas.
Skema pembiayaan pembangunan fasilitas tersebut diusulkan melalui kerja sama antara Pemkot Ambon dengan Baznas pusat.
Fenly menjelaskan, kebutuhan rumah singgah menjadi salah satu persoalan sosial yang mendesak untuk ditangani di Kota Ambon.
“Kehadiran fasilitas tersebut sangat penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial sementara di Kota Ambon,” ujarnya.
Selain pembangunan rumah dhuafa, Pemkot Ambon juga mengajukan bantuan satu unit mobil ambulans untuk mendukung program Baznas tanggap darurat.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan konsultasi terkait penguatan kelembagaan, strategi pengumpulan zakat, serta pengembangan program pemberdayaan sosial.
Kadis Sosial Kota Ambon, Wendy Pelupessy menjelaskan keberadaan rumah singgah akan memberikan manfaat besar dalam penanganan berbagai persoalan sosial di wilayah perkotaan.
“Rumah singgah dapat menjadi tempat penanganan sementara bagi kelompok rentan yang membutuhkan bantuan sosial maupun layanan kemanusiaan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Kota Ambon, Hendra Abubakar mengaku rumah singgah yang akan berlokasi di lingkungan Kantor Baznas Kota Ambon dan dikelola bersama pemerintah.
Usai memberikan pemaparan, Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional Baznas, Agus Siswanto mengapresiasi langkah Pemkot Ambon dalam memperkuat pengelolaan zakat dan pelayanan sosial.
Menurutnya, Baznas saat ini memiliki 10 program prioritas yang dijalankan di berbagai daerah, namun untuk tahun berjalan, fokus utama masih diarahkan pada pembangunan rumah sehat.
“Usulan pembangunan rumah dhuafa dari Pemkot Ambon dan Baznas kota akan kami kaji dan bahas lebih lanjut sebagai salah satu usulan program prioritas tahun anggaran 2027,” jelas Agus.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Divisi Kesehatan Baznas, Siti Masturoh mengaku untuk permohonan bantuan satu unit mobil ambulans akan diakomodasi melalui Baznas Kota Ambon.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan 10 program prioritas Baznas tahun 2026.
Penyerahan simbolis dijadwalkan berlangsung pada Agustus nanti, sementara ambulans diperkirakan tiba dan mulai pada September.
Sementara itu, Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan Nasional Baznas, Adhi Kelvianto Septha mengaku capaian pengumpulan zakat di Ambon yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Ia mendorong Baznas Kota Ambon untuk menghadirkan strategi yang lebih inovatif dan kolaboratif guna mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak dan sedekah masyarakat.
Menurut Adhi, peningkatan pengumpulan dana umat akan berdampak langsung terhadap besarnya dukungan program yang dapat diberikan Baznas kepada daerah.
Menutup pertemuan tersebut, Fenly Masawoy menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang diberikan Baznas kepada Pemerintah Kota Ambon.
Ia berharap sinergi antara Pemkot Ambon dan Baznas dan terus diperkuat demi menghadirkan program sosial yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(S-30)