AMBON, Siwalima.id - Polda Maluku menegaskan komitmen Polri yang bersih, transparan dan profesional saat pelaksanaan CAT asesmen mental ideologi dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) dalam seleksi penerimaan Bintara Polri.
Pelaksanaan seleksi yang berlangsung di sejumlah titik di Kota Ambon itu mendapat pengawasan ketat dari unsur internal maupun eksternal.
Pemantauan langsung dilakukan Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Indera Gunawan selaku Ketua Bidang CAT Asesmen Mental Ideologi dan PMK, Sabtu (23/5).
Kombes Indera Gunawan dalam rilisnya mengatakan tahapan Asesmen Mental Ideologi dan PMK menjadi salah satu filter utama dalam memastikan calon anggota Polri memiliki integritas, loyalitas terhadap bangsa dan negara.
“Seleksi mental ideologi menjadi benteng awal untuk memastikan calon anggota Polri memiliki nasionalisme, integritas dan komitmen kuat terhadap NKRI,” tegasnya.
Olehnya itu, seluruh tahapan diawasi secara ketat agar benar-benar menghasilkan calon personel Polri yang berkualitas dan berkarakter.
Menurutnya, penggunaan sistem CAT merupakan bagian dari transformasi digital rekrutmen Polri guna menutup ruang manipulasi maupun intervensi pihak luar.
“Melalui sistem CAT, hasil ujian dapat dipantau secara real-time dan transparan. Sistem ini meminimalisir human error serta menutup celah praktik KKN ataupun titipan,” jelasnya.
Yang menentukan kelulusan peserta lanjutnya adalah kemampuan dan hasil yang diperoleh secara murni.
Ia juga mengakui tahapan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) kini sepenuhnya menggunakan sistem CAT, serupa dengan Asesmen Mental Ideologi, guna memastikan proses penilaian berlangsung objektif, akurat dan akuntabel.
Ujian dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (21/5) dan Sabtu (23/5) yang berlokasi di SMA Negeri 2 Ambon, SMP Kristen YPKPM Ambon dan SMP Negeri 19 Ambon.
Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku, Jemi Junaidi selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis serta merit system.
“Polda Maluku berkomitmen menjaga proses rekrutmen anggota Polri tetap bersih dan profesional. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan, titipan, maupun intervensi dari pihak manapun,” tandasnya.
Selain itu, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan akan bersaing berdasarkan kemampuan masing-masing.
Ia juga menambahkan, keterlibatan pengawas internal dan eksternal menjadi bentuk komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses penerimaan anggota Polri.
Hingga pelaksanaan hari kedua, seluruh rangkaian ujian berjalan aman, tertib, dan lancar dengan dukungan infrastruktur jaringan yang stabil di seluruh lokasi pelaksanaan.
Melalui sistem seleksi berbasis digital dan pengawasan berlapis tersebut, Polda Maluku kembali menegaskan komitmennya mendukung reformasi rekrutmen Polri yang bersih, transparan, profesional dan dipercaya masyarakat.(S-10)