SIWALIMA.id > Berita
Semua Potensi SAR Dikerahkan Amankan Arus Mudik Natal
Daerah | Kamis, 18 Desember 2025 pukul 15:16 WIT

AMBON, Siwalima.id - Semua potensi SAR yang ada di Ambon, Namlea, Tual, Saumlaki, Banda SBT dan Kepulauan Aru disiagakan menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru.

Sedikit ada ratusan personilnya untuk melaksanakan operasi siaga SAR selama 19 hari kedepan terhitung 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

“Sebanyak 120 personel SAR dikerahkan. 85 personel di Kantor SAR Ambon, personel di Pos SAR Namlea, Tual, Saumlaki, Banda, Unit Siaga SAR SBT dan Kepulauan Aru,”jelas Kepala Kantor SAR Kota Ambon, Muhamad Arafah kepada wartawan di Ambon kemarin.

Menurutnya, pengamanan difokuskan di pelabuhan, bandara, pelabuhan penyeberangan ferry, posko gabungan, serta lokasi wisata.

Pelabuhan Tulehu, Pelabuhan Tahoku, dan pelabuhan speedboat masyarakat juga jadi perhatian.

“Pengamanan kita fokuskan  titik titik vital menyusul puncak arus penumpang yang diprediksi terjadi pada 20–21 Desember dan 27–28 Desember 2025, serta arus balik pada 3–4 Januari 2026,” ujar Kepala SAR Ambon, Muhammad Arafah kepada wartawan di Ambon, kemarin. 

Dalam pengamanan nanti, lanjut Arafah, pihaknya mengantisipasi kepadatan transportasi laut, SAR Ambon juga menyiagakan KM Bharata di Pelabuhan Tulehu mulai 20 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Dirinya juga mengaku telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dalam penggunaan transportasi laut.

“Rekomendasi yang dikeluarkan seperti pengetatan pendataan manifes penumpang kapal, penggunaan peralatan deteksi dini sinyal bahaya, pemasangan rambu keselamatan di lokasi wisata berisiko, serta keterlibatan aktif dalam kampanye keselamatan bersama instansi terkait,” terangnya.

Selamatkan 200 Korban

Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolo­ngan (Basarnas) Ambon berhasil menyelamatkan 200 orang korban. 15 orang dinyatakan meninggal dan 16 hilang selama di tahun 2025.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah dalam keterangan persnya di atas kapal KM Bharata 242, Selasa (16/12)  menjelaskan dari total operasi SAR, kecelakaan mendominasi dengan total 57 kejadian.

“Dari 72 operasi SAR kita lakukan, kecelakaan yang paling dominasi yakni kecelakaan kapal dengan jumlah 57 kejadian, kondisi membahayakan manusia sebanyak 14 kejadian dengan 28 korban dan satu operasi SAR bencana dengan 2 korban, “ urai Arafah.

Tak hanya paparkan pelaksanaan operasi periode Januari hingga 16 Desember 2025 saja. Ia Arafah juga menyampaikan evaluasi Operasi SAR khusus Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Dalam operasi khusus tersebut, 3 kejadian kecelakaan laut. Dua insiden kapal nelayan hilang kontak.

“Long boat nelayan hilang kontak di perairan Pasahari, Kabupaten Seram Bagian Timur pada 26 Desember 2024 dan longboat hilang kontak di perairan Nusalaut pada  31 Desember. Di dua kejadian ini terdapat 3 orang korban yang seluruhnya berhasil diselamatkan,” jelasnya.

Selanjutnya, peristiwa speedboat  tenggelam di perairan tanjung Samala antara Pulau Manipa dan Pulau Kelang Kabupaten SBB pada 3 Januari 2025 dengan jumlah korban 31 orang. 23 orang selamat dan 8 korban meninggal.

Arafah menghimbau masyarakat untuk waspada, saat menghadapi cuaca buruk yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Kami berharap masyarakat ikut berpar­tisipasi aktif menjaga keselamatan dan segera melapor apabila terjadi musibah melalui call center BASARNAS,” ajaknya. (S-10)

BERITA TERKAIT