AMBON, Siwalima.id - Setelah melakukan pemeriksaan belasan saksi dalam laporan pembakaran dan pengrusakan fasilitas kampus Unpatti atau tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Satuan Reserse Kriminal Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease melanjutkan penyelidikan dengan meminta keterangan para terlapor.
Hanya saja dalam panggilan pertama yang dilayangkan, para terlapor tidak hadir alias mangkir.
“Pemeriksaan saksi saksi sudah dilakukan, nah beberapa waktu lalu penyidik sudah mengirim undangan untuk di mintai keterangan terhadap para terlapir sebagai bentuk tindak lanjut penyelidikan yang sementara dilakukan namun para terlapor tidak hadir,” ujar Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan di Mapolresta Ambon, Selasa (14/4).
Penyidik selanjutnya sementara menyiapkan panggilan kedua dengan harapan para terlapor bisa hadir untuk diambil keterangannya.
“Diagendakan akan diundang lagi, kita berharap mereka kooperatif,” tandasnya.
Sebelumnya, setelah berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku penusukan mahasiswa Unpatti yang diduga menjadi akar masalah kisruh yang terjadi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpatti, Satreskrim Polresta Ambon mulai menyiapkan panggilan pemeriksaan terhadap para terlapor dalam pembakaran sejumlah fasilitas di Universitas Negeri itu.
Terdapat sekitar 15 terlapor atau terduga pelaku pembakaran dan pengrusakan yang diagendakan di mintak keterangan dalam pekan ini.
“Ada dua laporan yang kami terima terkait rangkaian kejadian yang terjadi di Universitas Pattimura beberapa waktu lalu, yang pertama itu terkait yang penusukan mahasiswa dimana untuk laporan ini kita sudah tetapkan 1 orang sebagai tersangka, sementara untuk kasus pengrusakan laporannya juga sudah kami Terima dan kita sudah siapkan panggilan untuk para terlapornya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kompol Androyuan Elim kepada wartawan di Ambon, Senin (9/3).
Dirinya memastikan akan ada 15 terlapor yang akan menjalani pemeriksaan untuk menentukan status kasus tersebut.
Sementara selain meminta keterangan saksi, pihaknya juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV maupun video amatir yang mengabadikan kejadian tersebut.
“Iya benar ada 15 orang terlapor yang akan kita mintai keterangan, selain terlapor kita juga sudah mengumpulkan sejumlah bukti berupa rekaman kejadian,” tandasnya.(S-10)