SIWALIMA.id > Berita
Tertimbun Longsor, Akses Jalan Trans Seram Lumpuh
Daerah | Rabu, 15 Oktober 2025 pukul 23:33 WIT

BULA, Siwalimanews – Arus lalu lintas di Jalan Trans Seram yang menghu­bungkan Kabupaten Seram Bagian Timur dan Kabupaten Maluku Tengah, begitupun sebaliknya sempat lumpuh total, akibat terimbun material longsor.

Longsor yang terjadi akibat hujan yang mengguyur kawa­san itu dengan intensitas ti­nggi pada, Senin (13/10), me­ngakibatkan ruas Jalan Sale­man-Besi di Kecamatan Se­ram Utara, Kabupaten Malu­ku Tengah tertutup material longsoran.

Namun kondisi akses jalan lintas Seram sudah kembali normal dan bisa dilewati ken­daraan.

Kasatker Pelaksana Jalan Nasional II Provinsi Maluku Toce Leuwol ketika dikonfir­masi Siwalima melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/10) menjelaskan, longsoran ini terjadi akibat hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di Pulau Seram.

“Akibat intensitas hujan yang tinggi ini, mengaki­bat­kan terjadinya longsor pada ruas jalan Saleman-Besi di STA 39+300 sta. 39+500,” ungkap Leuwol.

Mendapat informasi ini kata Leuwol, pihak BPJN langsung menggerakkan alat berat menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses pembersihan material longsoran.

Setelah dilakukan pembersihan material longsoran dengan alat berat, maka sejak Selasa (14/10) subuh atau tepat pukul 04.00 WIT, Jalan Trans Seram sudah bisa dilewati kenda­raan.

“Saya juga menghimbau masya­rakat untuk berhati hati dan waspada melewati jalan tersebut,” himbau Leuwol.

Sebelumnya, Danramil 1502-06 Bula, Kapten Inf M Jen Anjarang dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Senin (13/10) malam men­je­laskan, longsoran terjadi di Jalan Trans Seram tepatnya sebelum pos pemantau Kehutanan.

Akibatnya material longsoran menutupi ruas jalan sepanjang kurang lebih 70 meter dengan ketebalan 1-2 meter.

“Saat ini sementara masih menu­nggu pihak terkait menurunkan alat berat untuk mengangkat material longsor,” tulis Danramil dalam rilis itu.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima dari warrga SBT yang ter­jebak akibat longsoran itu menye­butkan, banyak kendaraan terjebak sebab tak bisa melewati jalan ter­sebut.

“Kita terjebak cukup lama hampir seharian, sebab kita tidak bisa lewat karena material longsoran tutup badan jalan,” ucap Lukman kepada Siwalima melalui telepon selu­lernya, Selasa (14/10).

Lantaran terjebak, ia bersama bebe­rapa rekannya terpaksa me­nunda perjalanan menuju ke Kota Bula dan memilih kembali ke Kota Masohi,” ucapnya.

Setelah pagi hari tambah Lukman, mereka mendapat informasi, bahwa jalan sudah bisa dilalui, maka dirinya bersama rekan-rekannya langsung melanjutkan perjalanan dari Kota Masohi ke Kota Bula dan memang benar, jalan yang tadinya di penuhi material longsor kini telah bersih dan bisa dilewati.

Jembatan Wai Bessi

Sebelumnya juga akibat, inten­sitas hujan yang terjadi beberapa hari ini mengakibatkan, jembatan Wai Bessi terputus, membuat ak­ses transportasi jalan lintas seram, yang menghubungkan antara Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Masohi dan Kota Ambon menjadi terganggu.

Jembatan Wai Bessi kilometer 89, tepatnya di kawasan Manusela dari Wa­rung Makan SS arah ke Keca­ma­tan Seram Utara, Wahai, Maluku Te­ngah terputus, pada Minggu. (21/9).

Terputusnya jembatan ini mem­buat sebagian sopir truk pengangkut logistik sembako, terpaksa melaku­kan jalan alternatif.

“Jalan alternatif yang dilakukan yaitu, dengan angkut barang de­ngan cara dipikul kemudian di oper kepada kendaraan lain yang ada di seberang jalan yang sudah melalui koordinasi yang baik,” tulis Danramil 1502-06/Bula Lettu Inf M Jen Anjarang dalam rilis yang diterima Siwalima, Minggu. (21/9)

Kata dia, begitu juga dengan kendaraan-kendaraan penumpang yang lainnya, baik kenderaan roda dua maupun roda empat, tetap menunggu perbaikan jalan.

Langkah-langkah yang diambil untuk melaporkan kepada komando atas, melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan terdekat guna perbaikan.

Setelah dilakukan akhirnya jalan sudah nomrla dan aktivitas kembali berjalan dengan baik.

“Saat ini alat berat berupa excavator dari CV Mitra Pilar Vanaspati sudah berada TKP. Saat ini jalan sudah bisa di lewati dan normal kembali,” ungkapnya. (S-27)

 

BERITA TERKAIT