SIWALIMA.id > Berita
Tualeka: Maluku Masih Kekurangan Dokter Spesialis
Daerah | Senin, 24 November 2025 pukul 14:11 WIT

DOBO, Siwalima.id - Ketua Ikatan Dokter Indonesia Maluku Saleh Tualeka menyebut di Kabupaten Kepulauan Aru masih kekurangan tenaga kesehatan khu­susnya dokter spesialis. 

Di Aru sendiri lanjutnya masih kekurangan empat dokter spesialis dasar yakni spesialis anak, spesialis kebidanan kandungan, spesialis bedah, dan spesialis penyakit dalam ditambah dengan tiga dokter spe­sialis penunjang, yakni dokter anestesi, dokter patologi klinik dan dokter radiologi. 

“Di Aru sendiri sangat kurang sehingga saya berharap kedepan­nya disini harus ada penambahan 1 atau 2 dokter spesialis sehingga bisa bergantian. Tidak mungkin satu dokter ini menangani setiap hari dalam setahun,” tandas Tualeka saat me­lantik kepengurusan IDI Kabupaten Kepulauan Aru di lantai II BPKAD Aru, Sabtu (22/11). 

Untuk itu ia berharap kepada ke­pengurusan IDI yang baru dilantik untuk bersama pemerintah daerah dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

“Saya harap pengurus baru (IDI) tidak hanya menjadi mitra daerah, tetapi juga dapat menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kua­litas layanan kesehatan di Kepu­lauan Aru,” pintanya. 

Di tempat yang sama Bupati Aru, Timotius Kaidel dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan, khususnya para dokter.

Ia mengaku, dalam kondisi geografis Aru yang tersebar lebih dari seribu pulau, tidak mudah untuk memastikan layanan kesehatan menjangkau seluruh masyarakat.

Namun, dirinya melihat para dokter telah menunjukkan komitmen dan dedikasi yang luar biasa.

“Melayani masyarakat di wilayah kepulauan bukan sekedar tugas profesi, tetapi sebuah panggilan,” ungkap Kaidel dalam sambutan.

Pemerintah daerah lanjutnya sepenuhnya memahami tantangan tersebut, karena itu pihaknya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan IDI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu Ketua IDI  Aru, Feby Ubro dalam sambutan mengaku akan ada banyak tantangan masalah dan tuntutan perubahan yang akan dihadapi.

“Saya berharap IDI dengan pengurus yang baru dapat meningkatkan program kerja yang sudah ada dan semakin bertambah berdampak bagi masyarakat,” ujar Ubro. 

Ia juga mengucapkan terima kasih ada kepercayaan yang diberikan sebagai Ketua IDI yang baru.

“Mari kita songsong masa depan pelayanan kesehatan Kepulauan Aru dengan semangat, kolaborasi, dedikasi, dan cinta terhadap masyarakat. Saya juga mengajak seluruh anggota IDI Aru untuk terus memegang teguh profesionalisme, menjaga intensitas kerja, dan memupuk semangat pengabdian demi kemajuan Kepulauan Aru yang kita cintai bersama,” ajaknya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara, Rianto Siagian dalam laporannya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah memberi informasi kepada pemangku kebijakan dan bupati terkait pergantian kepengurusan iDI cabang Kepulauan Aru.

Kemudian mempererat hubungan silaturahmi antara sesama anggota IDI cabang Kepulauan Aru dengan pemerintah daerah setempat, serta menyelaraskan kebijakan dan kemampuan organisasi profesi lainnya. Selanjutnya, merancang kinerja dan program kerja yang akan dilaksanakan oleh pengurusan IDI cabang Kepulauan Aru yang baru. (S-11)

BERITA TERKAIT