SIWALIMA.id > Berita
Waai Jadi Desa Tangguh Bencana
Daerah | Selasa, 27 Januari 2026 pukul 14:22 WIT

AMBON, Siwalima.id - Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Maluku, tengah mendorong Desa Waai Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah menjadi desa tangguh bencana.

Upaya menjadikan Waai sebagai desa tangguh bencana ditandai dengan launching Desa Siaga Bencana sekaligus pengenalan program serta edukasi karakteristik bencana disekitar yang berlangsung di Desa Waai, Senin (26/1).

Ketua FPRB Maluku, Kasrul Selang menjelaskan, pemilihan Waai sebagai desa tangguh bencana didasarkan pada pengalaman gempa ditahun 2019 dimana Waai merupakan salah satu desa yang terkena dampak.

Diakuinya, selain Waai terdapat juga desa-desa lain yang terkena dampak seperti Liang, Tulehu, Suli hingga beberapa desa di pulau Ambon, namun upaya mendorong desa tangguh bencana harus disesuaikan dengan ketersediaan anggaran namun FPRB Waai sebagai lokasi intevensi program.

“Kita hidup di daerah yang poten­si bencana itu cukup tinggi artinya kita tidak bisa menghindar dari anca­man bencana tapi yang bisa kita laku­kan hanya memperkuat penge­tahuan terkait kebencanaan itu sendiri,” ucap Kasrul.

Sebagai provinsi dengan indeks resiko bencana yang tinggi menun­tut adanya upaya pemerintah mau­pun stakeholder lainnya untuk te­rus memberikan edukasi secara in­ten­sif kepada masyarakat agar me­ngetahui dengan pasti potensi ben­cana disekitar lingkungan tempat tinggal.

“Masyarakat sudah harus dibe­rikan penguatan terkait bencana termasuk upaya mitigasi dan lang­kah-langkah kedaruratan dengan tujuan mengurangi potensi korban jiwa yang lebih banyak,” kata Kas­rul.

Masyakarat tambah Kasrul, harus diperkuat pemahaman terkait upaya penyelamatan diri dan keluarga saat bencana sebab interval waktu sete­lah gempa bumi menuju tsunami itu cukup singkat sehingga masyarakat harus dilakukan termasuk peta jalan saat terjadi gempa.

Selain gempa bumi, Waai sebagai desa yang memiliki sejumlah sungai besar juga harus diberikan edukasi untuk menghadapi bencana hidro­klimatologi khususnya banjir dan sebagainya. “Kalau masyarakat sudah dibe­rikan edukasi maka ketika terjadi bencana yang tidak diminta maka masyarakat sudah siap. Minimal dampak dari bencana dapat diminimalisir,” tegas Kasrul.

Kasrul memastikan selain pembe­rian materi oleh sejumlah narasum­ber termasuk TNI, tetapi yang terpenting akan dilakukan stimulasi yang akan melibatkan masyarakat sebagai upaya menjadi Waai seba­gai desa tangguh bencana.

Sementara itu Manager Komu­nikasi dan TJSL PLN UIW MMU M. Syaiful Ali mengatakan PLN berko­mitmen untuk membangun kola­borasi bersama stakeholder terma­suk FPRB untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi bencana. “Kami melihat bahwa kebanya­kan masyarakat masih awam terkait penanggulangan bencana makanya kita menggan­deng FPRB untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masya­rakat agar semakin siap untuk meng­hadapi bencana,” ucap Ali.(S-20)

BERITA TERKAIT