AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena melantik 7 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Kota Ambon.
Pelantikan 7 pejabat PTP itu berlangsung di ruang Vlissingen, Balai Kota, Jumat (19/12) dihadiri juga oleh Wakil Walikota Ambon, Ely Toisutta, Plt Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette serta pimpinan Forkopimda.
Dengan dilantiknya 7 pimpinan tinggi, maka seluruh jabatan kepala dinas di lingkup Pemerintah Kota Ambon telah terisi.
7 pimpinan tinggi Pratama yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Walikota Ambon Nomor 6944 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Ambon diantaranya, 1) Alfian Lewenusa dilantik sebagai Sekretaris DPRD Kota Ambon. Sebelumnya Alfian menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan pada Sekretariat Pemerintah Kota Ambon.
2) Johan Stefanus Norimarya dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Sebelumnya Johan menjabat sebagai dokter ahli madya pada Kesehatan Kota Ambon.
3) Marsya Mulan, dilantik sebagai kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ambon. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Perpustakaan.
4) Siegers Febiana yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Dinas Koperasi, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi Kota Ambon.
5) Herman Semy Tetelepta, sebelumnya sebagai Kabag Umum kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon. 6) Henli Simatau yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Dinas Perikanan, dilantik sebagai Kepala Dinas perikanan.
7) Frits R Tatipikalawan, sebelumhya menjabat sebagai Sekretaris BPBD Kota Ambon, dilantik sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon.
Walikota Ambon dalam arahannya mengatakan, pelantikan dilakukan melalui mekanisme penjaringan hingga pada perolehan nama calon pejabat yang kemudian diusulkan ke BKN untuk mendapatkan pertimbangan teknis.
Selanjutnya, BKN kemudian mengembalikan tiga nama diperingkat teratas yang memenuhi syarat untuk selanjutnya dipilih oleh pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini Walikota Ambon.
“Kemudian saya koordinasi dengan ibu Wakil Walikota selanjutnya memilih saudara-saudara untuk mengisi jabatan yang kosong,” kata Walikota.
Walikota berpesan kepada 7 pimpinan tinggi yang dilantik untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan baik.
“Pesannya adalah karena saudara dinilai layak dan mampu untuk duduki jabatan tersebut, maka saudara-saudari dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik,” pintanya.
Dengan dilantiknya 7 pimpinan tinggi ini, lanjut Walikota, maka seluruh jabatan pada eselon IIB sudah terisi penuh. Dengan demikian maka seluruh pejabat mesti mempersiapkan diri untuk menghadapi tahun 2026 yang penuh dengan berbagai tantangan.
“Tentu akan ada tantangan besar di Tahun 2026 yang tentu akan berdampak pada visi-misi dalam pemerintahan. Untuk itu tahun depan, ada tanggung jawab besar yang mesti dijalankan karena diperhadapkan dengan efisiansi anggaran dengan adanya pemotongan TKD. Untuk itu ditengah keterbatasan anggaran, kita tetap harus memastikan bahwa kota ini tidak mundur. Kita tetap memastikan kemajuan kota ini dilakukan dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik, “tegasnya.
Walikota menambahkan, pengelolaan anggaran yang maksimal mesti dilakukan oleh seluruh pimpinan OPD dalam memastikan progran-program prioritas tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Sekarang tim kita sudah lengkap hadapi tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya, mari kita jadikan itu sebagai sebuah tim yang utuh. Bekerja dalam semangat bersama untuk memajukan Ambon, kota yang sama-sama kita cintai, “pintanya.
Diakhir arahannya walikota mengatakan bahwa Januari 2026 akan dilakukan penataan bagi jebatan administrator dan pengawas. Selain itu, akan dibuka juga seleksi terbuka untuk mengisi jabatan Sekretaris Kota.
Sedangkan untuk jabatan-jabatan yang ditinggalkan oleh 7 pimpinan tinggi pasca dilantik, akan diisi sementara oleh 7 pejabat, hingga jabatan itu diisi paling lambat Januari mendatang. (S-29)