AMBON, Siwalima.id - Krisis Air bersih di wilayah Karang Panjang, Batu Merah dan Pandan Kasturi yang terjadi sejak akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026 ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Ambon.
Melihat kondisi warga di wilayah ini yang mengalami kesulitan air bersih, maka Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, mengancam akan menggugat PT Dream Sukses Airindo, sebagai perusahaan yang menyalurkan air bersih di kawasan tersebut.
“Jika dalam hal ini PT DSA tidak segera melakukan perbaikan pada jaringan air, maka maka pemkot akan menggugat PT DSA, karena tidak melakukan atau memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ancam walikota kepada wartawan di sela-sela peresmian jaringan air bersih di kawasan Ponegoro, Kamis (15/1).
Menurut walikota, dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyakat, maka pihak yang memberikan pelayanan, harusnya bertanggungjawab secera penuh.
“Saya mau bilang bagini, baik pemerintah maupun pihak swasta yang mengelola air bersih kepada masyarakat, harus bertanggungjawab dan dia harus punya konsep pelayanan secara berkelanjutan, untuk perbaikan maupun peremajaan peralatan, termasuk pompa air, harus terus dilakukan dari waktu ke waktu,” tegas walikota.
Untuk itu, walikota mendesak PT DSA untuk secepatnya melakukan perbaikan jaringan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
“Hari ini terjadi krisis air bersih di Batu Merah dan sudah sebulan lebih masyarakat tidak mendapatkan air bersih. Sebagai walikota saya minta PT DSA untuk segera ambil langkah-langkah percepat proses perbaikan jaringan,” pinta walikota.
Disisi lain, kata Walikota, untuk membantu masyarakat, Pemkot Ambon telah mengoperasikan 4 mobil tanki air untuk mendistribusikan kepada masyakat di wilayah yang mengalami krisis air bersih.
“Kami sementara mengoperasikan 4 mobil tanki air untuk membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayah itu,” ucap walikota.
Meskipun hal itu lanjut walikota, tidak sepenuhnya bisa membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di kawasan ini, namun pemkot tetap terus menerus menyalurkan air bersih kepada masyarakat.
“Mungkin tidak bisa memenuhi semua, tapi itulah kemampuan kami untuk membagi air secara terus menerus kepada seluruh masyarakat di wilayah itu, dengan harapan paling tidak bisa membantu masyarakat selama krisis air ini,” tandas walikota.
Pemerintah Kota juga berharap tambah walikota, kedepan bisa mengelola air bersih di wilayah-wilayah yang saat ini mengalami krisis air bersih, sehingga kedepannya masyarakat tidak mengalami krisis air karena ditangani langsung oleh pemerintah.
"Kalau pemerintah kota yang mengelola air bersih dikawasan itu, saya jamin kami bisa kelola dengan baik,” tegas walikota.
Ambil Alih
Sebelumnya diberitakan, masalah air bersih saat ini menjadi perhatian serius Pemkot Ambon, menyusul banyaknya keluhan warga dari sejumlah wilayah, seperti Batu Merah dan beberapa wilayah lainnya.
“Pada daerah-daerah ini mengalami gangguan aliran air bersih selama berhari-hari bahkan hingga berminggu-minggu. Kondisi seperti ini, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegas Walikota Ambon, Bodewin Wattimena kepada wartawan usai apel pagi di Balai Kota, Senin (5/1).
Melihat kondisi seperti ini kata walikota, maka Pj Sekot Ambon segera melakukan kajian komprehensif terkait opsi-opsi strategis yang dapat ditempuh, termasuk kemungkinan pengambil alihan pengelolaan PT Dream Sukses Airindo (DSA), jika terbukti tidak mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Kita akan kaji secara hukum. Jika tidak bisa diselesaikan secara persuasif, maka pemerintah akan mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas walikota.
Dalam proses pengambilan kebijakan tersebut menurut walikota, pemkot juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari Kejaksaan, BPKP, Kepolisian, hingga unsur teknis lainnya, untuk memastikan setiap langkah memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Langkah pengambil alihan pengelolaan air bersih dari PT DSA ini, diharapkan dapat memperbaiki kualitas layanan di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami kendala distribusi, seperti Karang Panjang, Batu Merah, dan Pandang Kasturi, sehingga kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Penyediaan air bersih kata walikota, merupakan bagian dari tanggung jawab dan komitmen pemerintah kepada masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh jajaran diminta bergerak cepat, memperkuat koordinasi, serta tidak menunda penyelesaian persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
“Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama. Pemerintah tidak boleh lalai dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya,” tegas walikota.(S-29)