AMBON, Siwalima.id - Walikota, Ambon Bodewin Wattimena menegaskan untuk membangun daerah butuh kerja sama dan kolaborasi dengan sejumlah pihak.
Hal ini disampaikan walikota saat apel pagi yang berlangsung di Balai Kota, Senin (20/4).
Pada kesempatan itu juga, dilakukan penandatangan kerja sama penanganan pengoperasian lapangan penumpukan peti kemas di eks lahan Pasar Inpres Kota Ambon.
Ada juga penandatanganan nota kesepakatan dengan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon tentang peningkatan kemampuan membaca murid di madrasah ibtidaiyah, serta penyerahan QRIS kepada pelaku UMKM di RTP Wainitu, RTP Air Salobar, dan RTP Amahusu bersama Bank Indonesia dan BTN.
Dirinya menyebut langkah tersebut menunjukkan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
“Apa yang kita lakukan pagi ini menunjukkan saat ,ini kita butuh membangun kerja sama dengan semua pihak. Kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pihak itulah yang akan memampukan kita menghadapi situasi yang kita alami hari ini,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, dirinya menyebut pemerintah kota masih memiliki banyak peluang untuk terus mendorong pembangunan.
“Saya selalu sampaikan di tengah tantangan, terutama soal keterbatasan anggaran, kita masih punya banyak peluang untuk terus membangun Kota Ambon,” katanya.
Diakui, pembangunan kota bukan hanya sebatas fisik, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Membangun Kota Ambon bukan cuma soal bangun gedung saja, tapi banyak hal yang harus kita lakukan,” tambahnya.
Pada kesempatan itu ia menyampaikan apresiasi kepada PT Pelindo yang terus bekerja sama dengan pemkot melalui pemanfaatan lahan eks Pasar Inpres sebagai lokasi penumpukan peti kemas.
Menurutnya, kerja sama terse-but diharapkan dapat membantu mendukung distribusi logistik dan penataan kawasan di pusat kota.
Selain itu, ia juga berterima kasih kepada Kementerian Agama Kota Ambon atas kerja sama dalam peningkatan literasi generasi muda melalui dukungan buku-buku perpustakaan milik pemerintah kota yang dipinjamkan ke madrasah. “Kita ingin generasi muda bisa terus meningkatkan literasinya,” ujar Bodewin.
Pada sektor ekonomi digital, Pemkot Ambon juga terus mendorong peningkatan inklusi keuangan masyarakat melalui pemanfaatan transaksi non-tunai di tiga ruang terbuka publik.
Ia menilai penggunaan QRIS di RTP Wainitu, Air Salobar, dan Amahusu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.(Mg-1)