AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD tahun 2027 sebagai forum strategis, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Pemerintah kota Ambon juga telah merancang program dengan fokus pada penguatan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pengembangan UMKM, serta peningkatan perhatian terhadap kelompok disabilitas.
“Jadi musrenbang ini menentukan arah dan langkah pembangunan kita ke depan. Jika perencanaan tidak disusun dengan baik, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat,” tegas walikota ketika kegiatan musrenbang RPKD di salah satu hotel di Ambon, Kamis (9/4).
Walikota menjelaskan selama setahun lebih memimpin kota dengan tajuk manise, pertumbuhan ekonomi Kota Ambon tahun 2025 tercatat sebesar 4,87 persen. Meski belum mencapai target 5 persen, capaian tersebut tetap dinilai positif di tengah berbagai tantangan.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 83,37 pada 2024 menjadi 83,97 di tahun 2025.
“Berbagai indikator lain seperti pelayanan publik dan pengelolaan sampah juga menunjukkan tren yang membaik,” jelasnya.
Namun demikian, mantan Sekwan Maluku mengingatkan tantangan ke depan semakin berat, terutama terkait keterbatasan fiskal daerah.
“Pendapatan tidak tumbuh secepat kebutuhan belanja. Karena itu, kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa. Harus ada inovasi, kolaborasi, dan adaptasi,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, dirinya menekankan tiga hal utama dalam penyusunan RKPD 2027, yakni penentuan prioritas secara tegas, mendorong inovasi program, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.
Ia juga mendorong pemanfaatan skema pembiayaan alternatif seperti kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) guna menghadirkan pembangunan tanpa membebani APBD.
“Pembangunan harus tetap berjalan meski anggaran terbatas. Kita harus kreatif mencari solusi,” pintanya.
Menutup sambutannya, ia juga berharap musrenbang ini mampu melahirkan gagasan dan perspektif baru dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Semangat kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan Ambon yang maju, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Sebelumnya, Sekretaris Bappeda Litbang Kota Ambon, Ansyerin Horhoruw, dalam laporannya menjelaskan Musrenbang RKPD 2027 bertujuan membahas dan menyepakati rancangan RKPD.
Selain itu juga untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan kebijakan nasional dan provinsi, serta mengintegrasikan usulan masyarakat dan perangkat daerah.
“Forum ini juga bertujuan menetapkan program dan kegiatan prioritas tahun 2027 serta meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan yang partisipatif dan berbasis data,” jelasnya.
Ia menambahkan, rangkaian Musrenbang telah diawali dengan forum konsultasi publik dan forum perangkat daerah.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari pimpinan OPD, camat, lurah, raja, anggota DPRD Kota Ambon, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.(Mg-1)