AMBON, Siwalima.id - Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar memastikan, Rapat Umum Pemegang Saham tahunan akan berlangsung pada 23 Februari mendatang.
Syahrisal mengaku, RUPS merupakan agenda Bank Maluku-Malut yang dilakukan setiap tahun, guna mendengarkan laporan pertanggungjawaban selama satu tahun.
“Untuk RUPS tahunan kita agendakan tanggal 23 Februari 2026 di Jakarta,” ungkap Syahrisal.
Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan RUPS tahunan, dikarenakan harus menyesuaikan waktu dengan semua pemegang saham, termasuk Gubernur Maluku selaku pemegang saham pengendali.
RUPS tahunan yang akan digelar nanti, akan mengesahkan laporan keuangan tahun 2025, sekaligus menetapkan dividen yang akan diterima oleh masing-masing pemegang saham.
Ditanya berapa laba yang diperoleh Bank Maluku Malut di tahun 2025, Syahrial enggan mengungkapkannya, namun ia hanya memastikan, besaran dividen mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Besaran dividen belum bisa kita sampaikan karena harus menunggu penetapan dalam RUPS dulu tapi yang pasti ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ucap Syahrisal.
Sementara menyangkut dengan penetapan Direktur Keuangan, Syahrisal mengaku, sampai dengan saat ini belum ada agenda penetapan direksi baru, sebab saat ini masih dalam tahapan uji kelayakan dan kepatutan di OJK.
“Kalau penetapan Direktur keuangan yang akan diisi perwakilan dari Bank DKI itu, akan dilakukan dalam RUPS Luar Biasa,” tandas Syahrisal.
Terkait kinerja keuangan, Syahrisal menjelaskan, jumlah aset Bank Maluku-Malut mencapai 10,586 triliun atau tumbuh 19,63 persen y.o.y dari capaian tahun 2024 sebesar 8,848 triliun, yang didukung dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 6,849 triliun atau tumbuh 18,58 persen dari capaian tahun 2024 sebesar Rp5,776 triliun.
Dari sisi kredit yang diberikan, mencapai Rp6,067 triliun juga tumbuh sebesar 10,10 persen, dari capaian tahun 2024 sebesar Rp5,511 triliun dengan pendapatan operasional mencapai Rp1,190 triliun atau tumbuh sebesar 20,16 persen, dari capaian 2024 sebesar Rp990 milyar.
“Laba kita mencapai 247 miliar atau tumbuh sebesar 14,12 persen dari capaian tahun 2024 sebesar 216 miliar, dimana capaian tersebut menegaskan posisi bank yang mampu tumbuh melampaui tren industri dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan,”ujar Syahrisal.
Selanjutnya Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 31,71 persen jauh di atas ketentuan regulator, Return on Assets (ROA) sebesar 2,65 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 7,80 persen. Selanjutnya BOPO Bank Maluku-Malut sebesar 75,09 perse dengan NPL nett terjaga di angka 1,20 persen, LDR 88,59 persen dan komposisi dana murah (CASA) sebesar 51,34 persen.
“Untuk tahun 2026, dengan dukungan semua pihak termasuk PSP kita optimis akan meningkatkan kinerja guna mendukung pembangunan daerah baik Maluku maupun Maluku Utara,” tandasnya.(S-20)