SIWALIMA.id > Berita
Akademisi: MIP Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Maluku
Daerah , Headline | Senin, 13 Oktober 2025 pukul 23:24 WIT

AMBON, Siwalimanews – Akademisi Ekonomi Un­patti, Profesor Teddy Chris­tianto Leasiwal sa­ngat optimis pembangu­nan Maluku Integrated Port di Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat mam­­pu mendorong per­tum­buhan ekonomi di Maluku.

Hal ini diungkapkan Lea­siwal merespon ada­nya pro dan kontra pem­bangunan MIP yang telah memasuki babak baru de­ngan penandatanganan Nota Kesepahaman (Mo­U) penyusunan studi penda­huluan pngembangan MIP.

Leasiwal bilang, pem­ba­ngunan Maluku Integrated Port memiliki po­tensi besar untuk men­dorong pertumbuhan ekonomi Maluku setelah bertahun-tahun ekonomi Maluku belum signifikan tumbuh.

Hal ini karena, Maluku Integrated Port nantinya didukung dengan pengembangan sektor perikanan, industri pengolahan hasil laut serta peningkatan konektivitas logistik di kawasan timur Indonesia.

“Pelabuhan ini dapat membuka peluang diversifikasi ekonomi, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperluas akses pasar, sehingga mempercepat pertum­bu­han ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Leasiwal kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (10/10).

Menurutnya jika proyek MIP terealisasi maka akan memberi­kan dampak besar mulai dari pe­ningkatan lapangan kerja, inves­tasi dan kemajuan sektor industri pendukung, serta peningkatan kualitas layanan logistik dan inovasi teknologi di daerah.

Kendati begitu, Leasiwal meng­ingatkan Pemerintah Provinsi Ma­luku untuk memperhatikan proses pembangunan yang ramah lingku­ngan sebab sadar atau tidak pem­bangunan akan berdampak pada kerusakan ekosistem laut dan pe­sisir akibat aktivitas pembangunan.

Selain itu pembangunan MIP tentu akan membawakan risiko meningkatnya kesenjangan sosial jika manfaatnya tidak merata se­hingga perlu mendapatkan perha­tian serius dari Pemda Maluku se­bagai inisiator pembangunan MIP.

“Pengelolaan yang berkelanjutan dan kebijakan inklusif sangat penting untuk memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan dampak buruk dari pembangunan Maluku Integrated Port,” tegas Leasiwal.

Karena itu, Leasiwal menghina­ku seluruh elemen masyarakat untuk mendukung rencana pemba­ngunan Maluku Integrated Port agar rencana besar ini dapat terealisasi dengan lancar.

Leasiwal juga berharap proyek Maluku Integrated Port dapat menjadi katalisator kemajuan eko­nomi yang berimbang dan berwa­wasan lingkungan di Maluku.

Uang Besar ke Maluku

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Maluku Hendrik Lewe­rissa bersama Bupati SBB Asri Arman, menyaksikan penandata­ngan Memorandum of Understanding, pembangunan Maluku Integrated Port, di Osaka, Jepang, Selasa (7/10).

Pavilium Indonesia Osaka Expo 2025 menjadi saksi bisu dimulai­nya rencana awal realisasi pem­bangu­nan Maluku Integrated Port (MIP).

Rencana besar sang Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa itu mulai menunjukkan langkah maju dengan adanya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara dua investor besar asal Indonesia dan Jepang.

Dua investor yang telah sepakat untuk membuat rencana awal pem­bangunan MIP tersebut yakni Shanxi Sheng’an Co., Ltd yang me­rupakan perusahaan asal Tiong­kok dengan PT. Indonesia Mitra Jaya (IMJ).

Penandatanganan MoU dilaku­kan Direktur Eksekutif Shanxi Sheng’an Co., Ltd, Wan Ting dan Direk­tur PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ), Adam Prakoso yang disak­sikan Gubernur Maluku Hendrik Le­werissa dan Bupati Seram Ba­gian Barat Asri Arman.

Kedua investor besar ini menya­takan komitmennya untuk berkola­borasi dalam menggarap proyek yang bakal mendatangkan multi­player efek bagi Maluku.

Sebagai langkah awal, kedua investor ini akan melakukan studi kelayakan awal atau Pre-Feasibility Study/Pre-FS sebagai dasar untuk proyek pengembangan Pelabuhan Terpadu Maluku (MIP) yang akan berlokasi di Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Gubernur mengungkapkan ber­da­sarkan MoU yang telah ditanda­ta­ngani, baik Shanxi Sheng’an Co., Ltd maupun PT. Indonesia Mitra Jaya (IMJ) sepakat untuk memulai studi pendahuluan terkait rencana peng­embangan Maluku Integrated Port.

Rencana kerja sama dimaksud kata Gubernur sejalan dengan se­ma­ngat pemerintah Republik Indo­ne­sia yang akan mengem­bangkan pelabuhan terpadu di Provinsi Maluku.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2009.

Menurutnya Maluku Integrated Port dirancang sebagai salah satu inisiatif strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan Timur Indonesia dengan estimasi pengembangan pelabuhan ini akan mengundang investasi seni­lai kurang lebih 50 juta dollar Amerika Serikat.

“Pengembangan pelabuhan ini di proyeksi mencakup pembangu­nan terminal peti kemas dan terminal roro yang diharapkan mam­pu menjadi simpul penting dalam jaringan logistik nasional maupun jalur perdagangan internasional,” jelasnya.

Kehadiran pelabuhan ini diha­rap­kan memperkuat konektivitas maritim, mendorong pemerataan pembangunan wilayah dan meni­ng­katkan daya saing perdagangan Indonesia di tingkat global.

Lebih lanjut gubernur mengung­kapkan dalam kerangka kerja sama ini PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ) akan menyediakan dukungan sumber daya lokal serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait sedangkan Shanxi Sheng’an Co., Ltd akan memberikan kontri­busi melalui pengalaman dan kapa­sitasnya di bidang infra­struktur pelabuhan.

“Kedua pihak berharap bekerja sama ini dapat menjadi langkah awal yang penting dalam mengkaji potensi pengembangan pelabu­han Maluku Integrated Port,” tandas Gubernur.

Tonggak Penting

Sementara itu, Direktur PT Indonesia Mitra Jaya, Adam Prakoso menyampaikan penandatanganan nota kesepahaman yang disaksi­kan Gubernur Maluku, Bupati Se­ram Bagian Barat dan Kepala Bap­peda Kabupaten Seram Bagian Barat ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kerja sama strategi antara perwakilan Indonesia dan perwakilan Tiong­kok di sektor infrastruktur kepela­buhanan.

“Kami berharap langkah kecil kolaborasi ini dapat menghasilkan manfaat nyata bagi komponen infra­struktur nasional serta mem­buka peluang investasi jangka panjang khususnya di kawasan Maluku dan Indonesia bagian,” ucap Adam.

Perdalam Kolaborasi

Di tempat yang sama Direktur Eksekutif Shanxi Sheng’an Co., Ltd, Wang Ting berharap MoU ini bukan hanya menjadi awal penting bagi kerja sama kedua belah pihak, tetapi jadi momentum untuk memperdalam kolaborasi Tiong­kok Indonesia di sektor pelabuhan dan infrastruktur.

“Kami optimis melalui sinergi ini proyek Maluku Integrated Port dapat berkembang menjadi proyek strategis dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan hubungan saling menguntungkan bagi kedua negara,” harapnya.

Dukung Penuh

Sementara itu, Bupati SBB Asri Arman menyatakan mendukung penuh proses kerja sama yang ditandatangani hari ini.

Proyek Maluku Integrated Port kata Bupati diharapkan dapat me­ningkatkan efisiensi distribusi ba­rang, memperluas peluang inves­tasi, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Pemerintah Kabupaten SBB siap mendukung sepenuhnya se­luruh tahapan dan kami berharap prosesnya dapat berjalan lancar, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tulis Bupati dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Selasa (7/10).

Bupati pun mengajak seluruh pe­mangku kepentingan dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek ini sehingga dapat terlaksana secara optimal dan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah. (S-20)

BERITA TERKAIT