AMBON, Siwalima.id - Bentrokan antar warga kembali terjadi di Desa Fidatan Lama dan Desa Fidatan Baru, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Selasa (24/2) sore.
Sebelumnya bentrok yang sama juga pernah terjadi pada 17 Desember 2025 lalu.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIT ketika aparat kepolisian berusaha membubarkan massa yang terlibat aksi saling serang.
Berdasarkan data dan video yang diterima Siwalima menyebutkan, dalam insiden tersebut, Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro terkena panah di bagian kaki kiri.
Kapolres yang berada di lokasi untuk memimpin langsung pengamanan terkena panah saat mencoba meredam bentrok.
Peristiwa bentrok ini merupakan susulan dari bentrok sebelumnya yang terjadi Minggu, (22/2) pekan kemarin. Aksi saling serang berlanjut hingga Selasa sore.
PS Kasubsi Bid Humas Polres Tual, Ipda Husinjaya Korwaka yang dikonfirmasi Siwalima via telepon selulernya, menjelaskan, hingga malam ini, kondisi sudah kondusif dan aparat keamanan masih bersiaga di sejumlah titik.
“Situasi sudah kondusif, Polres Tual diperbantukan oleh anggota dari Brimob dari Kompi C dengan anggota TNI dari Kodim,”katanya.
Terkait kondisi Kapolres, sementara berada di rumah sakit.
“Sementara di rumah sakit, oanahnya belum.bisa dicabut, jadi menunggu untuk operasi,” ujarnya.
Sebelumnya bentrok antar dua kelompok pemuda di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, mengakibatkan 1 pemuda mengalami luka dan pangkalan ojek dibakar.
Bentrokan antar pemuda Desa Fiditan kampung Lama dan Fiditan Kampung Baru itu, terjadi pada, Rabu (17/12/2025) dini hari itu berawal dari peristiwa teriakan minta tolong disertai suara pecahan kaca dari sebuah rumah warga di Kompleks Fiditan Kampung Lama.
Tak lama kemudian terjadilah konsentrasi massa sehingga menimbulkan keresahan dari warga sekitar, bahkan insiden itu sempat muncul api di lokasi kejadian, namun berhasil dipadam oleh warga dan aparat keamanan.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi menjelaskan, untuk meredam bentrokan itu, aparat kepolisian bersama personel Brimobda Maluku, bergerak cepat mengamankan situasi. Berkat respons sigap aparat dan dukungan masyarakat, kondisi berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain.(S-25)