AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Provinsi MaMaluk tidak juga bertindak terkait ASN yang sampai saat ini masih menjadi ajudan Widya Pratiwi.
Walau bukan lagi sebagai seorang istri gubernur yang harus menggunakan ajudan sejak 23 April 2024 lalu, naÂmun hingga kini borok terÂsebut ditutupi, Widya deÂngan leluasa melakukan aktiÂvitas didampingi ajudan ASN.
ASN yang masih menjadi ajudan istri Murad Ismail itu yakni Nelly Ruhulessin. SeÂsehari Nelly merupakan peÂgawai pada Biro AdminiÂstrasi Pimpinan Setda MaÂluku.
Nelly tercatat menjadi ajuÂdan Widya sejak tahun 2021 lalu dan masih mengawal Widya dalam berbagai keÂsempatan.
Terakhir, Ruhulessin terÂlihat mendampingi Widya saat mengikuti pembekalan sebagai calon anggota DPR RI terpilih yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal DPR RI bersama KPU dan Lemhannas pada 21-29 September 2024 lalu.
Sayangnya Pemprov meÂnutupi borok tersebut dan tidak berani mengambil langÂkah tegas menarik kembali ASN ajudan Widya.
Plh Sekretaris Daerah Maluku, Syuryadi Sabirin ketika dikonfirmasi SiwaÂlima di ruang kerja, maupun melalui telepon selulernya, Kamis (3/10) terkesan menghindar.
Melalui telepon selulernya, SyurÂyadi menyarankan agar menghuÂbungi Kepala Biro Administrasi Pimpinan untuk memberikan penÂjelasan terkait ASN tersebut.
âNanti ke Karo Adpim karena itu bawahnya,â ucap Syuryadi kepada Siwalima. Namun beberapa jam kemudian Syuryadi mengarahkan agar menayangkan persoalan ASN tersebut ke Badan Kepegawaian Daerah Maluku. âCoba tanya di BKD,â ujar Syuryadi kepada SiwaÂlima di ruang kerjanya.
Padahal, Syuryadi sebelum meÂngaÂtakan akan mengecek kebenaran ASN tersebut ke Badan KepegaÂwaian Daerah, namun tidak kunjung memberikan penjelasan kepada masyarakat.
Pj Harus Tegas
Penjabat Gubernur Maluku Sadli Ie diminta bertindak tegas terkait persoalan ASN yang menjadi ajudan istri mantan Gubernur Maluku Widya Pratiwi.
Anggota DPRD Maluku, Edison Sarimanella kepada Siwalima melaÂlui telepon selulernya, Kamis (3/10) mengungkapkan persoalan ASN yang masih menjadi ajudan istri mantan Gubernur telah menjadi isu panas ditengah tahap kampanye pilkada.
Penjabat Gubernur Maluku kata Sarimanella harus dapat merespon persoalan ini dengan menarik ASN tersebut kembali ke bagian Biro Administrasi Pimpinan untuk menÂjalankan tugas sebagai ASN.
âKami kira harus ada langkah tegas yang diambil oleh pejabat gubernur dengan menarik ASN itu dari ajudan istri mantan gubernur,â tegas Sarimanella.
Menurut Sarimanella semua fasiÂlitas yang dinikmati gubernur dan wakil gubernur termasuk ajudan haÂrus berakhir seiring dengan berakÂhirÂnya masa jabatan pejabat terÂsebut.
Penjabat Gubernur kata SariÂmanella tidak boleh membiarkan persoalan ini berlarut-larut terjadi, sebab akan menjadi pelanggaran jika ASN tersebut tidak ditarik dari ajudan atau Sespri mantan pejabat.
âPrinsipnya DPRD mendukung semua langkah baik yang ditempuh penjabat gubernur tapi kalau ada ASN yang menjadi ajudan mantan pejabat, maka itu harus segera ditarik. Pak Penjabat harus tegas terhadap persoalan ini,â tegasnya.
Segera Tarik
Sebelumnya, Akademisi Hukum Unpatti Muhammad Irham menÂdesak Pemerintah Provinsi Maluku segera menarik ASN yang saat ini menjadi ajudan Widya Pratiwi Murad.
Ini kan tergantung SK penetapan kalau memang diatur bahwa posisi ajudan akan berakhir sesuai dengan berakhirnya masa jabatan gubernur, maka mestinya sudah harus ditarik,â tegas Irham saat diwawancarai SiwaÂlima melalui telepon selulerÂnya, Rabu (2/10)
Irham mengatakan, tidak ditarikÂnya ajudan dari mantan istri guÂbernur akan berdampak pada angÂgaran yang dikeluarkan untuk memÂbiayai operasional tugas seorang ajudan, maka harus dikembalikan tugas asal.
Sebaliknya jika BKD masih memperpanjang penugasan sebagai ajudan istri mantan gubernur, maka legalitas penerbitan SK-nya perlu dipertanyakan.
âKalau ternyata BKD masih memperpanjang ASN itu untuk menjadi ajudan mantan istri guÂbernur, maka harus diketahui alasan hukum seperti apa yang menghaÂruskan mantan gubernur menerima fasilitas itu,â jelasnya.
Pemprov lanjut Irham, harus membuktikan kepada publik bahwa penempatan ASN sebagai ajudan istri mantan gubernur dilakukan sesuai dengan aturan sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas peÂnyelenggaraan pemerintahan.
Tak Dibenarkan
Sementara itu aktivis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia Provinsi MaluÂku, Minggus Talabessy mengatakan tidak dapat dibenarkan jika ASN masih dijadikan sebagai ajudan mantan istri gubernur.
Dijelaskan, berdasarkan aturan ketika Gubernur dan Wakil Gubernur turun jabatan maka seluruh fasilitas negara ditarik termasuk ajudan yang berasal dari aparatur sipil negara.
âKalau sudah bebas tugas guberÂnur, maka seluruh fasilitas negara tidak boleh digunakan termasuk penggunaan ajudan dari ASN,â tegas Talabessy kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (2/10).
Pemprov kata Talabessy harus mengambil sikap tegas dengan menarik seluruh ASN yang masih menjadi ajudan baik dari mantan Gubernur atau wakil gubernur dan para istrinya.
Apalagi saat ini tahapan pilkada sudah memasuki masa kampanye maka semua fasilitas dan ajudan yang berasal dari pemerintah harus ditarik.
Talabessy menegaskan Pemprov tidak boleh tinggal diam dengan persoalan ini sehingga tidak menimÂbulkan kecurigaan dari masyarakat terhadap tindak tanduk Pemerintah Provinsi Maluku.
Sementara itu, Plh Sekda Maluku, Suryadi Sabirin yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon seluÂlernya, Rabu (2/10) tidak direspon.
ASN Jadi Ajudan
Seperti diberitakan sebelumnya, kendati tidak lagi menjabat sebagai istri Gubernur Maluku, namun Widya Pratiwi masih memanfaatkan ASN Pemprov untuk menjadi ajudannya.
ASN yang masih menjadi ajudan istri Murad Ismail itu yakni Nelly Ruhulessin. Sesehari Nelly meruÂpaÂkan pegawai pada Biro Administrasi Pimpinan Setda Maluku.
Nelly tercatat menjadi ajudan Widya sejak tahun 2021 lalu dan masih mengawal Widya dalam berbagai kesempatan.
Terakhir, Ruhulessin terlihat mendampingi Widya saat mengikuti pembekalan sebagai calon anggota DPR RI terpilih yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal DPR RI bersama KPU dan Lemhannas pada 21-29 September 2024 lalu.
Sumber Siwalima di Kantor Gubernur Maluku mengaku hingga saat ini Nelly Ruhulessin belum aktif kembali bekerja di Biro Administrasi Pimpinan sejak 24 April 2024 lalu.
Sumber yang enggan namanya dikorankan ini menjelaskan peÂnempatan ajudan baik gubernur maupun istri gubernur dilakukan dengan keputusan BKD Provinsi Maluku.
Dalam keputusan BKD tersebut kata sumber tadi, biasanya memuat ketentuan bahwa penunjukan terÂsebut akan berakhir seiring dengan berakhirnya masa jabatan gubernur.
âSeharusnya dengan berakhirnya masa jabatan gubernur dan wakil gubernur maka seluruh ajudan yang berasal dari ASN sudah harus selesai dan kembali aktif bekerja sebagai ASN,â beber sumber itu.
Menurutnya jika sampai selesai masa jabatan ternyata ASN belum berhenti menjadi ajudan, maka menjadi pelanggaran administrasi.
âKalau masih menjadi ajudan maka ini pelanggaran dan BKD harus menjelaskan kepada publik,â tegasnya.
Hingga berita ini dimuat Kepala BKD Maluku Halimah Soamole beÂlum berhasil dikonfirmasi lantaran tidak menjawab telepon Siwalima.
Sementara itu Plh Sekretaris Daerah Maluku Syuryadi Sabirin berdalih belum mengetahui infomasi terkait masalah ini.
Syuryadi memastikan akan meÂngecek langsung kebenaran inforÂmasi ini ke Kepala BKD Maluku Halimah Soamole.
âSegera saya cek kebenarannya ke Kepala BKD,â ucap singkat SyurÂyadi melalui pesan whatsapp kepada Siwalima, Selasa (1/10) sore.
Hadiri Pelantikan
Terpisah, satu pejabat eselon 3 di Pemprov Maluku mengaku kaget, lantaran banyak pejabat eselon 2 dan 3 yang berangkat ke Jakarta, menghadiri pelantikan Widya.
Ditemui Siwalima Selasa (1/10) siang di Kantor Gubernur Maluku, pejabat yang minta namanya jangan ditulis itu mengaku sebagian besar pejabat eselon 2 dan 3 ke Jakarta.
âSaya kaget tadi kantor sepi dari biasanya. Belakangan diketahui sebagian besar pejabat ke Jakarta, menghadiri pelantikan mantan istri gubernur.
Sebelumnya, tambah dia, banyak teman mengajaknya ikut serta ke Jakarta, namun dia merasa tidal berkepentingan untuk menghadiri acara dimaksud.
âSaya diajak juga, tapi sejujurnya itu bukan kapasitas saya untuk hadir, disamping harga tiket pesaÂwatnya mahal,â ujarnya. (S-20)