SIWALIMA.id > Berita
Cuaca Buruk Picu Laka Laut, 1 Nelayan Hilang
Daerah , Headline | Selasa, 20 Januari 2026 pukul 12:55 WIT

AMBON, Siwalima.id - Akibat cuaca bu­ruk yang melanda wilayah Maluku, dua nelayan di lokasi ber­beda meng­ala­mi kecelakaan saat melaut. Dari dua ne­layan tersebut, satu dinyatakan hilang sementara 1 lainnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Kedua nelayan yang dilaporkan hi­lang, masing-ma­sing asal Desa Titawaai, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah ber­nama Hena Watile Tomasoa (60) yang diduga terseret ombak dan tenggelam di sekitar perairan Desa Titawaai, Sabtu, (17/1). 

Sementara nelayan asal Desa Kasie, Kecamatan Taniwel, Kabu­paten Seram Bagian Barat bernana Kisman Latumapayahu (64) yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar Perairan Desa Kasieh Minggu (18/1), telah berhasil ditemukan. 

Kepala Kantor SAR Ambon, Mu­hammad Arafah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Senin (19/1) menjelaskan, untuk keja­dian di Desa Titawai dilapor­kan, kalau kor­ban pergi mencari ikan menggu­nakan jaring di pesi­sir Pantai Desa Titawaai sekitar pukul 04.00 WIT, namun hingga terbitnya matahari, korban tak kunjung kembali. 

“Untuk kejadian di Kecamatan Nusalaut Desa Titawai ini upaya pencarian korban oleh masyarakat setempat pun sudah dilaksana­kan, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Arafah. 

Sementara untuk kejadian di Desa Kasie, Kecamatan Taniwel, korban diketahui melaut menggu­nakan Perahu Ketinting sejak 15 Januari, namun tak kunjung kembali.

Menurut, Arafah untuk kedua kejadian ini, SAR mengerahkan tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, Brimob  Polairud, Ba­binsa, hingga masyarakat setem­pat.

Untuk kejadian di Taniwel mema­suki operasi SAR hari kedua, Tim SAR gabungan kembali melanjut­kan operasi pencarian terhadap korban. Unsur SAR gabungan dibagi menjadi 3 SRU, guna memperluas area pencarian sesuai SAR MAPS. 

Seluruh SRU kemudian dikerah­kan menggunakan Rubber Boat dan Longboat menuju sejumlah titik koordinat guna melaksanakan pencarian korban. 

Upaya pencarian korban terus dilakukan hingga pada pukul 12.30 WIT, Tim SAR gabungan menerima informasi, bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan sela­mat dengan jarak -+ 24 Nautical Mile dari lokasi awal kejadian oleh nelayan Desa Gale-Gale dan dievakuasi menuju Desa Gale-Gale, guna mendapatkan perawatan. 

“Korban mengalami kerusakan pada mesin sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang dan hanyut hingga beberapa hari. Ber­untung korban menemukan sebuah rompon yang hanyut juga kemudian perahu milik korban di ikat pada rompon tersebut agar tidak hanyut terlalu jauh,” jelas Arafah.(S-10)

BERITA TERKAIT