AMBON, Siwalima.id - Akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Maluku, dua nelayan di lokasi berbeda mengalami kecelakaan saat melaut. Dari dua nelayan tersebut, satu dinyatakan hilang sementara 1 lainnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Kedua nelayan yang dilaporkan hilang, masing-masing asal Desa Titawaai, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah bernama Hena Watile Tomasoa (60) yang diduga terseret ombak dan tenggelam di sekitar perairan Desa Titawaai, Sabtu, (17/1).
Sementara nelayan asal Desa Kasie, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat bernana Kisman Latumapayahu (64) yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar Perairan Desa Kasieh Minggu (18/1), telah berhasil ditemukan.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhammad Arafah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Senin (19/1) menjelaskan, untuk kejadian di Desa Titawai dilaporkan, kalau korban pergi mencari ikan menggunakan jaring di pesisir Pantai Desa Titawaai sekitar pukul 04.00 WIT, namun hingga terbitnya matahari, korban tak kunjung kembali.
“Untuk kejadian di Kecamatan Nusalaut Desa Titawai ini upaya pencarian korban oleh masyarakat setempat pun sudah dilaksanakan, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Arafah.
Sementara untuk kejadian di Desa Kasie, Kecamatan Taniwel, korban diketahui melaut menggunakan Perahu Ketinting sejak 15 Januari, namun tak kunjung kembali.
Menurut, Arafah untuk kedua kejadian ini, SAR mengerahkan tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, Brimob Polairud, Babinsa, hingga masyarakat setempat.
Untuk kejadian di Taniwel memasuki operasi SAR hari kedua, Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap korban. Unsur SAR gabungan dibagi menjadi 3 SRU, guna memperluas area pencarian sesuai SAR MAPS.
Seluruh SRU kemudian dikerahkan menggunakan Rubber Boat dan Longboat menuju sejumlah titik koordinat guna melaksanakan pencarian korban.
Upaya pencarian korban terus dilakukan hingga pada pukul 12.30 WIT, Tim SAR gabungan menerima informasi, bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dengan jarak -+ 24 Nautical Mile dari lokasi awal kejadian oleh nelayan Desa Gale-Gale dan dievakuasi menuju Desa Gale-Gale, guna mendapatkan perawatan.
“Korban mengalami kerusakan pada mesin sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang dan hanyut hingga beberapa hari. Beruntung korban menemukan sebuah rompon yang hanyut juga kemudian perahu milik korban di ikat pada rompon tersebut agar tidak hanyut terlalu jauh,” jelas Arafah.(S-10)