SIWALIMA.id > Berita
Eksistensi GPM Lahirkan SDM Handal
Daerah , Headline | Senin, 8 September 2025 pukul 23:11 WIT

AMBON, Siwalimanews – Gubernur Hendrik Lewerissa mengaku eksistensi Gereja Protestan Maluku mampu mela­hirkan sumber daya manusia yang handal menuju Indonesia Emas 2045.

Hal ini diungkapkan Gubernur dalam sambutannya pada pun­cak Syukur HUT ke-90 GPM yang berlangsung di Bacan Maluku Utara, Sabtu (6/9).

GPM kata gubernur, merupa­kan gereja yang telah menjadi bagian dari jati diri orang Maluku dan Maluku Utara dengan seja­rahnya yang panjang, membuat GPM benar-benar menjadi milik dari seluruh masyarakat di ke­pulauan Maluku.

Hal ini diperkuat dengan se­mangat protestantisme di Asia Tenggara yang dimulai dari ke­pulauan Maluku menghasilkan GPM sebagai wujud dari protes­tantisme tersebut.

“Ayo bersama pemerintah dan masyarakat Maluku bersyukur, karena dalam sejarahnya yang panjang itu GPM telah memba­ngun manusia dan masyarakat yang tangguh di kepulauan Maluku,” ucap Gubernur.

Menurutnya terdapat dua hal yang menjadi dasar bahwa sejak awal GPM telah meletakkan dasar-dasar kemajuan di daerah ini.

Pertama para guru injil atau guru jemaat dalam pelayanan­nya, mengajarkan masyarakat yang belum menerima injil untuk berkebun, menjahit jaring, membangun rumah untuk menetap secara permanen serta mengajarkan membaca dan menulis, dan bahan bacaan utama adalah Alkitab.

Dari situlah baru dibangun sekolah-sekolah rakyat atau sekolah dasar di seluruh pelosok kepulauan Maluku hingga tanah papua dan timor, artinya GPM telah membawa peradaban ke semua pelosok dan pedalaman, dengan membentuk sumber daya manusia handal.

kedua, komitmen GPM untuk membangun, memelihara, merawat dan menghidupkan perdamaian di Maluku dan maluku utara dengan menjadikan kearifan budaya sebagai nilai dasar dari perdamaian itu.

GPM kata Gubernur telah mampu membingkai kemajemukan atau keragaman dalam masyarakat dengan menaruh suatu nilai yang lebih dari sekedar toleransi, nilai itu dibangun dari kearifan budaya.

“GPM menjadikan kearifan budaya itu suatu nilai teologi yang luhur dan membuat kita semua yakin bahwa nilai-nilai budaya itu merupakan berkat tuhan yang indah dari generasi ke generasi,” beber Gubernur.

Selain itu sebagai laboratorium perdamaian, itulah yang menjadi pijakan bagi kami untuk tetap menghidupkan budaya “hidop orang basudara” dengan tetap membangun kemitraan dan kordinasi lintas sektoral, dan lintas agama bersama GPM dan semua elemen agama lainnya.

Dua aspek tersebut lanjut Gubernur menandakan gereja ini sangat konsisten dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perdamaian sebagai modal dasar membangun indonesia menuju visi besar indonesia emas 2045.

Gubernur menegaskan pendidikan itu diharapkan tidak hanya menanamkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi akhlak atau pendidikan karakter, sehingga generasi emas bangsa indonesia akan mampu menghadapi gempuran perubahan sosial dan tekonologi digital ke masa depan.

“Itulah alasan kami berterima kasih kepada gereja ini, kepada semua warga gereja dan pelayan yang setia melayani di semua pulau. Para pendeta, tuagama, pengasuh, penatua, diaken, dan pelayan lainnya telah menunjukkan teladan kesetiaan yang luar biasa. khususnya para pendeta yang rela tinggal di wilayah-wilayah dimana infrastruktur masih sangat terbatas,” terang Gubernur.

Gubernur memastikan Pemprov Maluku tetap bertekad memacu pertumbuhan wilayah dengan membangun infrastruktur ekonomi sehingga interkoneksitas antar pulau dan wilayah terhubung secara baik agar jalur ekonomi baru terbuka sehingga semua sumber kekayaan alam, termasuk sumber pangan lokal dapat dikelola secara baik dan bernilai ekonomi dan memberi dampak langsung pada naiknya pendapatan rumah tangga, yaitu keluarga petani dan nelayan serta home industry. (S-20)

BERITA TERKAIT