AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengaku, kondisi ruas jalan Inamosol di Kabupaten Seram Bagian Barat, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah provinsi untuk ditangani.
Pasalnya, jika tidak segera ditangani, maka dipastikan akan menambah penderitaan masyarakat di kecamatan tersebut.
Untuk itu, gubernur menegaskan, tak akan menutup mata terhadap persoalan konektivitas pada ruas jalan Inamosol. Pasalnya, kerusakan jalan tersebut, telah ditinjau langsung oleh gubernur, dan terlihat jelas jalan tersebut memprihatinkan.
“Memang dua jam lebih perjalanan dari Kairatu ke Rumberu, itu perjalanan yang sangat menyentuh nurani saya sebagai gubernur, sebab kita melewati medan yang tidak mudah, apalagi kalau musim hujan,” ungkap gubernur kepada Siwalima, melalui pesan WhatsAppnya, Selasa (24/3).
Gubernur mengaku, dirinya yang baru pertama kali melewati ruas jalan Kairatu ke Rumberu, sudah terasa begitu sulit, apalagi masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan Pulau Se-ram yang berpuluh-puluh tahun merasakan kondisi tersebut.
Pengalaman dirinya melewati ruas jalan Kairatu ke Rumberu, tentu harus menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki infrastruktur jalan agar konektivitas antar desa dan negeri di Pulau Seram dapat berfungsi.
“Ruas jalan milik provinsi itu hanya mulai dari Kairatu sampai Hunitetu saja, sedangkan untuk ruas jalan sampai Rumberu itu milik kabupaten, tapi nanti kita berjuang bersama agar kalau bisa ditangani dengan skema Inpres Jalan Daerah yang harus diusulkan Pemkab Kabupaten. Nanti secara teknis provinsi bantu koordinasi,” tandas gubernur.
Gubernur mengaku, salah satu alasan Pemprov Maluku mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur, tujuannya adalah untuk membangun ruas jalan Inamosol dan ruas jalan di Batabual yang sangat memprihatinkan.
Karena itu, gubernur minta dukungan doa dari semua elemen masyarakat agar semua upaya pinjaman ke PT SMI yang dilakukan Pemprov Maluku berjalan dengan lancar, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat ditangani.(S-20)