AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, menjadi momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan dan toleransi di Kota Ambon.
Hal tersebut disampaikan walikota usai menghadiri acara ramah tamah Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang diselenggarakan Keluarga Besar Permabudhi Maluku di Vihara Swarna Giri Tirta Gunung Nona, Selasa (17/2).
Menurutnya, perayaan Hari Raya Imlek yang berdekatan dengan Bulan Suci Ramadan harus dimaknai sebagai ruang membangun solidaritas sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Ambon.
“Hari Raya Imlek dan bulan Suci Ramadan adalah momentum untuk membangun kebersamaan. Silakan masing-masing merayakan dengan caranya, karena tujuan kita sama, yakni meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,”ujar Wattimena.
Walikota juga menekankan perbedaan suku, agama, dan budaya bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama. Momentum dua perayaan besar keagamaan ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa masyarakat Ambon hidup dalam keberagaman yang harmonis.
“Kita harus saling menghargai, saling menjaga, dan saling melindungi. Biarkan setiap orang merayakan dan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya. Itu adalah hal yang baik dan harus terus kita jaga,” tegasnya.
Walikota juga mengaitkan pesan tersebut dengan tagline Pemerintah Kota Ambon, “Beta Par Ambon, Ambon Par Samua.” Tagline ini, katanya, bukan sekadar slogan, tetapi komitmen hidup bersama dalam semangat persaudaraan.
“Maknanya jelas, kita hidup bersama di Kota Ambon. Kehidupan bersama ini harus kita jaga dan rawat dengan membangun rasa toleransi. Jika itu bisa terjadi, maka tidak ada yang perlu kita takutkan. Kita akan bersatu membangun Ambon menjadi semakin baik,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan dan penghormatan terhadap keberagaman, Pemerintah Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh warga keturunan Tionghoa yang merayakan Imlek, sekaligus menyampaikan “Marhaban Ya Ramadan” kepada umat Islam di Kota Ambon.
“Pemerintah Kota Ambon mengucapkan selamat merayakan Imlek kepada warga Kota Ambon keturunan Tionghoa, dan Marhaban Ya Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Kota Ambon. Mari kita manfaatkan ini sebagai momentum kebangkitan Ambon dan membangun rasa kebersamaan di antara kita,” pungkasnya.
Momentum berdekatan antara Imlek dan Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga penguat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial, memperkokoh toleransi, serta mendorong pembangunan Kota Ambon yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warganya. (Mg-1)