SIWALIMA.id > Berita
Jasad Eks Tentara Jepang Direlokasi dari Ambon
Daerah , Headline | Kamis, 2 Oktober 2025 pukul 22:53 WIT

AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Provinsi Maluku me­mastikan jasad eks tentara Jepang yang gugur di Kota Ambon pada perang dunia kedua akan direlokasi.

Kepastian ini disampaikan Gu­bernur Ma­luku Hendrik Lewerissa, ke­pada dele­gasi Pe­me­rintah Jepang sa­at mela­kukan kunju­ngan ke pemerintah provinsi, Rabu (1/10).

Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang kepada wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, kedatangan Pemerintah Jepang di Ambon telah melalui rangkaian kajian panjang.

Tujuan utama kedatangan Peme­rintah Jepang untuk mau melakukan survei terhadap tentara mereka yang pada perang dunia ke-2 menjadi korban dan dikuburkan di Ambon.

“Mereka sudah di Morotai dan Tobelo, hari ini mereka di Ambon mereka ingin beraudience dengan gubernur terkait upaya meng­angkat atau merelokasi jasad-jasad tersebut,” jelas Kasrul.

Menurutnya, dasar referensi Pemerintah Jepang datang ke Ambon, karena ada laporan 80 tahun lalu dari Pemerintah Australia atau J-40 yang menunjukkan lokasi di­mana jasad-jasad mantan tentara yang gugur.

Terhadap laporan tersebut, Pe­me­rintah Jepang melakukan pen­cairan dengan menggunakan per­alatan teknologi dan menemukan lokasinya di Desa Tawiri, Kota Ambon.

“Pemerintah Jepang menemu­kan lokasi jasad tentara mereka di Ambon dan mereka melakukan survei di Tawiri karena mereka tahu, ada beberapa jejak-jejak tentara Jepang di sana,” bebernya.

Terkait dengan jumlah jasad, Kasrul mengungkapkan, berda­sar­kan penjelasan Pemerintah Je­pang terdapat  17 jasad tentara me­reka pada saat itu yang dima­kamkan, dimana 16 orang dima­kamkan secara massal dan satu orang agar terpisah di Desa Laha.

Untuk waktu relokasi, Kasrul me­ngaku, Pemerintah Jepang harus kembali melakukan kajian, sebab terdapat perbedaan antara laporan dengan kondisi di lapa­ngan sehingga harus disinkron­kan.

“Jadi mereka masih belum men­dapatkan hasil yang meng­gembi­rakan, makanya mereka harus kembali ke Jepang untuk melaku­kan kajian lanjutan dan setelah itu akan kembali lagi ke Maluku,” tandas Kasrul.

Kasrul memastikan, gubernur akan mendukung penuh upaya yang dilakukan Pemerintah Jepang untuk relokasi jasad eks tentara mereka yang gugur saat perang dunia kedua.

“Pak gubernur berharap upaya pencairan jasad tentara Jepang menginspirasi kita semua pemerintah provinsi maupun Indonesia untuk menghormati meng­hargai para pahlawan,” tandas Kasrul. (S-20)

BERITA TERKAIT