AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Provinsi Maluku meÂmastikan jasad eks tentara Jepang yang gugur di Kota Ambon pada perang dunia kedua akan direlokasi.
Kepastian ini disampaikan GuÂbernur MaÂluku Hendrik Lewerissa, keÂpada deleÂgasi PeÂmeÂrintah Jepang saÂat melaÂkukan kunjuÂngan ke pemerintah provinsi, Rabu (1/10).
Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang kepada wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, kedatangan Pemerintah Jepang di Ambon telah melalui rangkaian kajian panjang.
Tujuan utama kedatangan PemeÂrintah Jepang untuk mau melakukan survei terhadap tentara mereka yang pada perang dunia ke-2 menjadi korban dan dikuburkan di Ambon.
âMereka sudah di Morotai dan Tobelo, hari ini mereka di Ambon mereka ingin beraudience dengan gubernur terkait upaya mengÂangkat atau merelokasi jasad-jasad tersebut,â jelas Kasrul.
Menurutnya, dasar referensi Pemerintah Jepang datang ke Ambon, karena ada laporan 80 tahun lalu dari Pemerintah Australia atau J-40 yang menunjukkan lokasi diÂmana jasad-jasad mantan tentara yang gugur.
Terhadap laporan tersebut, PeÂmeÂrintah Jepang melakukan penÂcairan dengan menggunakan perÂalatan teknologi dan menemukan lokasinya di Desa Tawiri, Kota Ambon.
âPemerintah Jepang menemuÂkan lokasi jasad tentara mereka di Ambon dan mereka melakukan survei di Tawiri karena mereka tahu, ada beberapa jejak-jejak tentara Jepang di sana,â bebernya.
Terkait dengan jumlah jasad, Kasrul mengungkapkan, berdaÂsarÂkan penjelasan Pemerintah JeÂpang terdapat 17 jasad tentara meÂreka pada saat itu yang dimaÂkamkan, dimana 16 orang dimaÂkamkan secara massal dan satu orang agar terpisah di Desa Laha.
Untuk waktu relokasi, Kasrul meÂngaku, Pemerintah Jepang harus kembali melakukan kajian, sebab terdapat perbedaan antara laporan dengan kondisi di lapaÂngan sehingga harus disinkronÂkan.
âJadi mereka masih belum menÂdapatkan hasil yang mengÂgembiÂrakan, makanya mereka harus kembali ke Jepang untuk melakuÂkan kajian lanjutan dan setelah itu akan kembali lagi ke Maluku,â tandas Kasrul.
Kasrul memastikan, gubernur akan mendukung penuh upaya yang dilakukan Pemerintah Jepang untuk relokasi jasad eks tentara mereka yang gugur saat perang dunia kedua.
âPak gubernur berharap upaya pencairan jasad tentara Jepang menginspirasi kita semua pemerintah provinsi maupun Indonesia untuk menghormati mengÂhargai para pahlawan,â tandas Kasrul. (S-20)