AMBON, Siwalima.id - PT Bank Maluku Malut berhasil menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang tumbuh kuat dan berkelanjutan.
Capaian luar biasa ini dicapai Bank Maluku-Malut ditengah dinamika industri perbankan nasional yang masih diwarnai tekanan profitabilitas, kenaikan biaya dana serta penurunan laba pada sejumlah bank.
Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar mengatakan, capaian kinerja tahun 2025 mencerminkan ketahanan fundamental Bank Maluku-Malut di tengah tekanan industri perbankan nasional.
“Saat tekanan bisnis sedang dihadapi perbankan nasional, Bank Maluku-Malut mampu menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Hal ini mencerminkan ketahanan fundamental, kehati-hatian dalam pengelolaan risiko, serta kepercayaan masyarakat yang terus terjaga,” ucap Syahrisal kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (5/1).
Syahrisal menjelaskan, hingga akhir Desember 2025, tercatat asset Bank Maluku-Malut mencapai 10,586 triliun atau tumbuh 19,63 persen y.o.y dari capaian tahun 2024 sebesar 8,848 triliun.
Pertumbuhan aset ini didukung dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 6,849 triliun atau tumbuh sebesar 18,58 persen dari capaian tahun 2024 sebesar Rp5,776 triliun, yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terus menguat.
Dari sisi kredit yang diberikan mencapai Rp6,067 triliun juga tumbuh sebesar 10,10 persen, dari capaian tahun 2024 sebesar Rp5,511 Triliun dengan pendapatan operasional mencapai Rp1,190 triliun atau tumbuh sebesar 20,16 persen, dari capaian 2024 sebesar Rp990 milyar.
“Laba mencapai 247 miliar atau tumbuh sebesar 14,12 persen dari capaian tahun 2024 sebesar 216 miliar, dimana capaian tersebut menegaskan posisi bank yang mampu tumbuh melampaui tren industri dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan,”ujar Syahrisal.
Kinerja positif Bank Maluku-Malut ini, lanjut Syahrisal, ditopang oleh rasio keuangan yang kuat dan sehat dimana hingga Desember 2025, Bank Maluku-Malut mencatatkan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 31,71 persen jauh di atas ketentuan regulator,
Return on Assets (ROA) sebesar 2,65 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 7,80 persen.
Selanjutnya BOPO Bank Maluku-Malut sebesar 75,09 perse dengan NPL nett terjaga di angka 1,20 persen, LDR 88,59 persen dan komposisi dana murah (CASA) sebesar 51,34 persen.
“Rasio ini mencerminkan permodalan yang sangat kuat, profitabilitas yang terjaga, serta efisiensi pengelolaan aset, sehingga Bank Maluku Malut memiliki ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ucap Syahrisal.
Sebagai bagian dari penguatan struktur permodalan, Bank Maluku-Malut kata Syahrisal, telah memenuhi ketentuan POJK Nomor 12/POJK.03/2020 mengenai pemenuhan modal inti minimum dimana pada Desember 2025 lalu OJK secara resmi menyetujui kesepakatan Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Maluku Malut dan Bank Jakarta.
Persetujuan tersebut menurut Syahrisal, menjadi tonggak strategis dalam memperkuat permodalan, tata kelola, serta sinergi bisnis, sekaligus meningkatkan daya saing Bank Maluku-Malut di tingkat regional maupun nasional.
Dengan adanya capaian luar biasa tersebut, Syahrisal menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Maluku selaku Pemegang Saham Pengendali, Gubernur Maluku Utara,
para Bupati dan Wali Kota di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, DPRD, OJK dan Bank Indonesia, Regulator dan Auditor, seluruh nasabah, seluruh pegawai Bank Maluku Malut, media massa serta mitra kerja dan seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi dan dukungan seluruh pihak tersebut menjadi fondasi penting bagi Bank Maluku Malut dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku dan Maluku Utara.
Syahrisal menegaskan memasuki tahun 2026, Bank Maluku-Malut optimis dapat melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Fokus bank diarahkan pada penguatan struktur permodalan dan tata kelola, peningkatan kualitas kredit dan efisiensi operasional, optimalisasi sinergi KUB dengan Bank Jakarta, serta penguatan peran Bank Maluku Malut dalam mendukung pembangunan ekonomi Maluku dan Maluku Utara.
“Dengan fondasi keuangan yang kuat dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Bank Maluku Malut optimis dapat terus tumbuh sehat dan memberikan nilai tambah bagi daerah pada 2026 dan seterusnya,” tandas Syahrisal. (S-20)