SIWALIMA.id > Berita
Maluku Ditetapkan Jadi Daerah Fokus CPAP
Daerah , Headline | Rabu, 22 April 2026 pukul 13:22 WIT

AMBON, Siwalima.id - Provinsi Maluku ditetapkan sebagai daerah fokus Country Programme Action Plan (CPAP) tahun 2026-2030.

Penetapan ini dilakukan oleh pemerintah pusat bersama United Nations Children’s Fund (UNICEF) yang diumumkan pada, peluncuran CPAP Pemerintah RI-UNICEF periode 2026-2030 yang berlangsung di Ballroom Kementerian PPN/Bappenas Jakarta Pusat, Senin (20/4) kemarin.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengaku, Country Programme Action Plan (CPAP) 2026-2030 merupakan program kerja sama strategis antara UNICEF dan Pemerintah Indonesia.

“Pemerintah dan masyarakat Maluku tentu berterima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kemitraan panjang bersama UNICEF dan dukungan penuh pemerintah pusat. Kami me­nyambut gembira karena Ma­luku ditetapkan sebagai salah satu fokus dalam CPAP 2026-2030,” tulis gubernur melalui pesan WhatsAppnya, Senin (20/4) malam. 

Masuknya Maluku dalam program prioritas ini kata gubernur, menjadi langkah penting dalam memper­cepat pembangunan dae­rah, khu­susnya di bidang kese­hatan, pen­didikan, perlindungan anak, air ber­sih, sanitasi dan juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hubungan kerja sama antara Maluku dan UNICEF juga, telah terjalin sejak era 1990-an, ketika Kantor Perwakilan UNICEF berdiri di Ambon dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku.

Kolaborasi ini telah melahirkan berbagai terobosan penting, salah satunya Sistem Gugus Pulau, model pelayanan kesehatan untuk wilayah kepulauan yang pertama kali dikembangkan di Maluku dan diterapkan secara luas di Indonesia sebagai model pelayanan untuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

“Program itu hadir sebagai solusi atas tantangan geografis Maluku yang terdiri dari ribuan pulau, terutama dalam pelayanan ibu hamil, persalinan dan kese­hatan bayi,” jelas gubernur.

Selain itu kata gubernur, terjadi kemajuan signifikan dalam upaya eliminasi malaria, dimana hingga tahun 2025, empat daerah di Malu­ku telah meraih status eliminasi malaria yakni Kota Ambon, Kabu­paten Buru, Kota Tual dan Buru Selatan sebagai begian dari kolaborasi pemprov dan UNICEF.

Tidak sampai disitu saja, Pem­prov Maluku bersama UNICEF, kini menargetkan seluruh kabupaten/kota di Maluku bebas malaria paling lambat tahun 2030.

“Dalam periode CPAP 2026-2030, Maluku masuk kategori provinsi fokus yang akan mendapat dukungan teknis intensif, terutama dalam perencanaan pembangu­nan, penguatan kebijakan angga­ran, serta percepatan pemenuhan hak-hak anak,” tegas Gubernur.

Gubernur menegaskan, Peme­rin­tah Provinsi Maluku siap men­jalankan kerja sama ini bersama UNICEF dan pemerintah pusat, demi masa depan anak-anak Ma­luku dan kesejahteraan masyarakat.

Politisi Gerindra ini juga menyam­but baik, peningkatan status Kan­tor UNICEF Ambon yang kembali menjadi kantor wilayah untuk Maluku dan Maluku Utara.(S-20)

BERITA TERKAIT