AMBON, Siwalima.id - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian warning seluruh kepala daerah di Maluku agar mempercepat penyerapan anggaran.
Warning ini disampaikan Mendagri dalam pertemuan bersama kepala daerah baik Gubernur Maluku maupun Bupati dan Walikota yang berlangsung di Ruang VIPP Pemda di Bandara Pattimura, Kamis (27/11).
Dalam rapat koordinasi terbatas tersebut, Mendagri menyoroti berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi Provinsi Maluku maupun kabupaten dan kota di Maluku.
Secara umum Mendagri mengapresiasi kinerja kepala daerah se-Maluku yang berhasil menjaga inflasi, dimana selama setahun terakhir angka inflasi di Provinsi Maluku bertengkar pada 2.3 persen atau dibawah nasional.
Tak hanya inflasi, pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan ketiga yang tumbuh positif sebesar 4.3 persen juga mendapatkan apresiasi dari Mendagri.
“Tentu saya mengapresiasi seluruh kepala daerah di Maluku sebab walaupun karakteristik daerah kepulauan dengan tantangan yang tidak mudah tapi kepala daerah mampu menjaganya inflasi sebesar 2.3 persen,” ucap Mendagri kepada wartawan usai pertemuan dengan kepala daerah se- Maluku.
Kendati begitu, Mendagri meminta agar kepala daerah dapat bekerja keras untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari 4.3 persen meningkat menjadi 5 persen sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 persen kata Mendagri tentu akan berdampak baik kepada masyarakat khususnya berkaitan dengan nilai jual di pasar.
Walaupun kinerjanya ekonomi yang baik, tetapi Mendagri menyoroti persoalan penyerapan pendapatan dan belanja pada beberapa daerah di Maluku yang sampai sekarang belum mencapai target.
“Ada beberapa daerah di Maluku yang pendapatan dan belanja belum sesuai target, datanya saya sudah serahkan kepada pak gubernur jadi saya minta kepala daerah yang pendapatannya tidak sesuai atau tidak mencapai target dan belanjanya tidak mencapai target ini harus mengevaluasi,” tegas Mendagri.
Mendagri menegaskan percepatan penyerapan sangat penting sebab jika pendapatan dan belanja daerah tidak berjalan sesuai target otomatis uang yang beredar kurang ekonomi akan melambat masyarakat.
Selain itu jika penyerapan anggaran pendapatan dan belanja rendah maka upaya mengurangi kemiskinan tidak akan tercapai sebaliknya justru penduduk miskin akan bertambah.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berterima kasih kepada Mendagri yang telah menyempatkan diri berkunjung ke Maluku, di sela-sela waktu kunjungan telah melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan bupati/walikota se Maluku.
Dikatakan ada beberapa capaian yang positif yang dipaparkan berdasarkan data seperti pengendalian inflasi di Maluku yang dapat dilakukan sehingga lebih rendah dari inflasi nasional.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga 2025 mencapai 4,3 persen atau masih sedikit di bawah nasional, tetapi meningkat dibandingkan triwulan pertama dan kedua.
“Capaian positif ini mesti dipelihara, dijaga dan tingkatkan maka sebagai gubernur saya meminta dukungan kerja sama baik semua stakeholder artinya kita harus memiliki tujuan dan presepsi yang sama tentang upaya bersama kita untuk membawa Maluku kearah yang lebih baik,” tandas Gubernur. (S-20)