SIWALIMA.id > Berita
Mentan Setujui Hilirisasi Ubi Kayu di Bursel
Daerah , Headline | Kamis, 11 Juni 2026 pukul 15:58 WIT

AMBON, Siwalima.id - Menteri Pertanian Pertanian Amran Su­laiman menyetujui se­kaligus mendukung penuh Kabupaten Bu­ru Selatan menajdi ka­wasan hilirisasi ubi kayu.

Persetujuan dan du­kungan itu disampai­kan Menteri Pertanian Amran Sulaiman lang­sung kepada Guber­nur Maluku, Hendrik Lewerissa bersama Bupati Bursel, La Ha­midi dalam pertemuan bersama sejumlah ke­pala daerah dari berbagai wilayah Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/6) kemarin.

Persetujuan hilirisasi ini, men­jadi tonggak baru bagi Kabupaten Buru Selatan dengan potensi lahan pertanian luas yang belum ter­kelola secara optimal, namun melalui proyek hilirisasi ubi kayu nantinya akan menjadi sumber ekonomi baru, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejah­teraan masyarakat.

Gubernur kepada Siwalima melalui pesan WhatsApp, Rbau (10/6) mengaku, persetujuan pro­yek hilirisasi ubi kayu ini, menjadi momentum penting bagi lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Pulau Buru.

“Kami sangat mengapresiasi disetujuinya proyek hilirisasi ubi kayu ini. Untuk memenuhi syarat BUMN sebagai bapak angkat, kami sudah berkoordinasi secara inten­sif dengan holding Perkebunan Nusantara atau PT Perkebunan Nusantara III,” ucap gubernur.

Langkah cepat tersebut kata gubernur, menunjukkan keseriu­san Pemerintah Provinsi Maluku dalam memastikan proyek tidak hanya berhenti pada tahap pe­rencanaan, tetapi segera bergerak menuju implementasi.

Keterlibatan PT Perkebunan Nusantara III ini nantinya, diha­rapkan menjadi jaminan bagi ke­berlanjutan program sekaligus membuka peluang pengemba­ngan industri pengolahan hasil pertanian di Buru Selatan.

Melalui hilirisasi, diharapkan ubi kayu dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi seperti tepung tapioka, modified cassava flour (mocaf) hingga bahan baku industri lainnya. 

“Kehadiran industri pengolahan tersebut diperkirakan akan men­ciptakan efek berganda bagi per­ekonomian daerah, mulai dari pe­nyerapan tenaga kerja, pening­katan pendapatan petani, hingga tum­buhnya usaha-usaha pendu­kung di tingkat lokal,” tandas gubernur.

Gubernur mengaku, bagi Pem­prov Maluku, keberhasilan mem­peroleh restu Kementan bukan hanya tentang satu proyek per­tanian semata, tapi lebih dari itu, proyek hilirisasi ubi kayu menjadi simbol dimulainya transformasi ekonomi baru di Buru Selatan dari daerah penghasil komoditas primer menuju kawasan industri berbasis perta­nian yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, keterlibatan BUMN, serta komitmen pemda, Buru Selatan kini bersiap menapaki babak baru pembangunan ekonomi, yang diha­rapkan mampu membawa manfa­at jangka panjang bagi generasi mendatang,” harap gu­bernur

Sebelumnya dalam pertemuan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, proyek hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan yang diusulkan Gubernur Maluku ini, sejalan dengan agenda besar Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat terwujudnya swasem­bada pangan nasional.

Proyek hilirisasi ubi kaya ini sangat sejalan dengan visi misi Presiden Prabowo, yakni swasem­bada pangan di kawasan timur Indonesia. “Sebagai langkah awal dan bentuk komitmen konkret, kami langsung mengirimkan 5 sampai 10 unit traktor ke Buru Se­latan untuk membuka lahan poten­sial yang sudah disediakan bagi ke­lompok tani disana,” tandas Mentan.

Tak hanya menyetujui program tersebut, Kementerian Pertanian juga menyiapkan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, guna mempercepat pembukaan lahan dan pengembangan kawasan produksi ubi kayu.

Mentan juga menekankan pen­tingnya membangun rantai usaha yang berkelanjutan, karenanya pihak Kementan menghendaki keterlibatan BUMN sebagai mitra strategis yang bertindak sebagai penyerap hasil produksi petani atau offtaker.

“Keberadaan BUMN sangat penting untuk memastikan petani memiliki kepastian pasar sehingga program hilirisasi tidak berhenti pada tahap budidaya semata,” ucap Mentan.(S-20)

BERITA TERKAIT