SIWALIMA.id > Berita
Polisi Selidiki Pengeroyokan Penambang di SBB
Hukum | Selasa, 10 Februari 2026 pukul 11:37 WIT

AMBON, Siwalima.id - Polres Seram Bagian Barat, saat ini me­nangani ka­sus dugaan tindak pi­dana keke­rasan bersama dan penganiayaan yang terjadi di area pertam­bangan, Gu­nung Tembaga, Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Sab­tu (7/2) kemarin.

Dalam peristiwa terse­but, empat orang penam­bang asal Dusun Hulung dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok penam­bang dari Desa Luhu.

Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli, menjelaskan, insi­den itu diduga berkaitan dengan persoalan antar pekerja tambang yang terjadi beberapa hari sebelumnya. “Peristiwa ini masih kami dalami. Dugaan sementara merupakan aksi balasan dari kejadian pada 4 Februari 2026. Namun semua pihak yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” janji kapolres dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Senin (9/2).

Menurut kapolres, pada 4 Feb­ruari kemarin sempat terjadi per­selisihan antara korban berinisial LOJ bersa­ma beberapa rekannya dengan seorang penambang asal Desa Luhu berinisial ZW, terkait dugaan pengambilan hasil tambang. 

Perselisihan tersebut, sempat di­warnai cekcok dan kekerasan ri­ngan, namun telah dimediasi secara sementara oleh pihak setempat.

Namun, pada Sabtu (7/2), LOJ yang sedang berada di lokasi kerja, diduga diserang dari arah bela­kang menggu­nakan kayu dan kemudian dilempari batu oleh sekelompok orang. Akibatnya, LOJ mengalami luka serius berupa cedera pada kaki serta luka robek di bagian kepala dan tangan.

“Tiga korban lainnya, masing-masing berinisial BS (68), RS (19), dan LE (19), mengalami luka me­mar di bagian wajah dan kepala,” beber kapolres.

Para korban selanjutnya dieva­kuasi dari lokasi tambang ke Dusun Hulung dan selanjutnya mendapatkan perawa­tan medis. Korban LOJ dirawat di Pus­kesmas Iha dan direncanakan dirujuk ke Ambon, sementara tiga korban lainnya menjalani perawatan di Dusun Hulung.

Pada hari yang sama sekitar pukul 18.16 WIT, terjadi pembaka­ran puluhan sepeda motor milik para pekerja tambang yang terparkir di sekitar pangkalan ojek Bambu Kuning. “Polisi masih mela­kukan pendataan untuk me­mastikan identitas pemilik kenda­raan serta keterkaitan peristiwa tersebut dengan kasus pengania­yaan,” tutur kapolres.

Kapolres menegaskan, polisi telah mendatangi lokasi kejadian, membantu evakuasi korban, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Iha dan Luhu guna menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami melakukan penyelidikan terha­dap para terduga pelaku, termasuk ZW bersama beberapa rekannya. Kami minta masyarakat percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian dan tidak mela­kukan tindakan yang dapat mem­perkeruh situasi,” pinta kapolres.

Sebagai tindak lanjut, pada Mi­nggu (8/2), Kapolres SBB bersama jajaran menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa di Kecamatan Huamual untuk meredam potensi konflik lanjutan antara warga Desa Iha dan Desa Luhu.

Pertemuan pertama berlang­sung pukul 10.30 WIT di kediaman Raja Negeri Iha, Muhammad Zein Latukaisupy.

Dalam pertemuan tersebut dise­pa­kati bahwa seluruh permasa­lahan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum. Selain itu, Pemdes Desa Iha dan Luhu diminta bekerja sama, serta disepakati penem­pa­tan pos pengamanan di wilayah perbatasan kedua desa.

Selanjutnya, kapolres juga mela­kukan pertemuan di kediaman Ke­pala Desa Luhu, Abd Gani Kaliki, ber­sama jajaran pe­merintah desa. Per­temuan tersebut mem­bahas lang­kah penyelesaian kesalahpa­­haman antar penambang dari kedua desa.

Dalam pertemuan itu, disepakati agar untuk sementara waktu warga kedua desa tidak saling melintas wilayah masing-masing, guna menghindari gesekan lanjutan serta penempatan pos pengama­nan di perbatasan desa.

“Kami mengedepankan penye­le­saian secara persuasif dan menjaga stabilitas keamanan. Personel juga telah ditem­patkan di titik-titik rawan untuk mencegah konflik susulan,” ucap kapolres.

Situasi kamtibmas di Desa Iha dan Luhu, serta wilayah pertam­bangan dan perbatasan kedua desa kini telah kondusif. (S-25)

BERITA TERKAIT