SIWALIMA.id > Berita
Rektor Harap Wisudawan Unpatti Jadi Agen Perubahan
Headline , Pendidikan | Kamis, 30 Oktober 2025 pukul 14:26 WIT

AMBON, Siwalimanews - Rektor Unpatti, Prof Fredy Leiwakabessy me­ng­ajak para lulusan untuk menjadi insan cendekia yang berintegritas dan mampu memberi kontri­busi nyata bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045 serta men­jadi agen perubahan di tengah masyarakat

Ajakan itu disampaikan rektor dalam sambutan­nya kepada 1.632 wisu­da­wan periode Oktober 2025, yang digelar di Auditorium Unpatti, Rabu (29/10).

“Tambahan gelar aka­de­mik yang saudara san­dang hari ini membawa konsekuensi etik, moral, dan profesional. Jadilah insan cendekia yang dibu­tuhkan untuk memecah­kan berbagai persoalan bangsa,” ucap Rektor.

Kara rektor, keberhasilan para wi­sudawan tidak terlepas dari kerja keras, ketekunan, serta dukungan keluarga dan para pendidik.

Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Maluku, kata Rektor, Unpatti dituntut mem­beri dampak signifikan bagi pe­ningkatan kesejahteraan masya­ra­kat melalui pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendi­dikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk mencapai visi Unpatti Unggul dan Bersinar menuju World Class University, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor melalui pola Sapta Helix, yakni kerja sama antara dunia kerja, industri, dunia usaha, alumni, pemerintah, dan media. 

“Kemajuan Unpatti tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan kolabo­rasi yang intensif dan progresif dari semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendu­kung kemajuan Unpatti.

Tak Berhenti Belajar

Sementara itu, Ketua Senat Unpatti, Prof S.E.M. Nirahua juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar dan terus menebarkan cahaya kebaikan di mana pun mereka berada. 

“Saudara-saudara diwisuda hari ini bukan akhir dari cerita, me­lainkan titik awal dari perjalanan yang lebih luas. Teruslah belajar, teruslah bertumbuh, dan jadilah cahaya bagi sekelilingmu di mana pun kamu berada,” kata Nirahua.

Dari total wisudawan tersebut, se­banyak 1.531 lulusan berasal dari kampus utama di Ambon, se­mentara 101 lulusan lainnya meng­ikuti prosesi di kampus penyele­ng­gara luar daerah, yakni Kabu­paten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya. 

Dari jumlah itu, 206 wisudawan meraih predikat cumlaude, terdiri atas 197 sarjana, 6 profesi dokter, 2 magister, dan 1 doktor.

Prof. Nirahua menyampaikan ke­berhasilan para lulusan merupa­kan hasil kerja keras banyak pihak. 

Ia berpesan agar para lulusan tidak cepat puas atas pencapaian akademik yang diraih, melainkan terus mengasah kemampuan dan memperluas wawasan. 

“Teruslah bermimpi dan teruslah bertanya ‘mengapa’. Jangan berhenti percaya pada kekuatan ide, imajinasi dan kerja kerasmu untuk mengubah dunia,” katanya.

Nirahua juga mengutip pesan inspiratif yang disambut tepuk tangan hangat hadirin.

“Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. Kemenangan terbesar bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit setiap kali kita jatuh,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya se­ma­ngat kebersamaan dan saling me­ng­hargai dalam mencapai ke­suk­sesan. “Kesuksesan datang ketika kita belajar dari satu sama lain dan bersandar pada kekuatan bersama. Itulah yang membuat kalian sampai di titik wisuda hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Nirahua mene­gaskan bahwa hidup adalah anu­gerah yang harus dijalani dengan penuh makna.

“Setiap hari adalah kesempatan baru dari Tuhan untuk bertumbuh, be­lajar, dan menciptakan kena­ngan berharga. Jadilah perubahan yang ingin kamu lihat di dunia,” tuturnya.

Menutup sambutannya, ia meng­ingatkan agar para lulusan tidak perlu memaksakan diri untuk men­jadi serba bisa.

“Tekunilah satu bidang yang membuatmu bahagia, dan jadilah orang hebat di dalamnya. Orang kuat bukan yang tidak pernah menangis, tetapi yang mampu bangkit meski jatuh berkali-kali,” ucapnya.

Prof. Nirahua pun menegaskan, masa depan tidak ditentukan oleh keberuntungan, melainkan oleh ker­ja keras dan ketekunan. “Jika ingin mengubah dunia, mulailah dari diri sendiri. Kebesaran tidak terletak pada kekuatan fisik, tetapi pada kekuatan kebaikan yang kita lakukan,” katanya.

Jadi Agen Perubahan

Sementara itu, Gubernur Maluku melalui Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Umar Al Habsy, mengajak para lulusan Unpatti agar menjadi agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika global yang terus berubah. 

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan apre­siasi yang tinggi kepada rektor dan seluruh civitas akademika Universitas Pattimura yang terus ber­komitmen melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam meni­ngkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda di prov­in­si ini,” ujar Umar.

Ia mengatakan, dunia saat ini menghadapi berbagai perubahan yang sangat cepat dan dinamis, mulai dari kemajuan teknologi hi­ngga tantangan sosial dan eko­nomi yang kompleks. Kondisi ini menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki kemampuan ber­pikir kritis, adaptif, dan inovatif.

“Lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Gelar akademik yang disan­dang bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi juga tanggung jawab moral untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa,” katanya.

Ia menegaskan, pendidikan me­miliki peran strategis dalam menen­tukan masa depan bangsa, karena semua kegiatan produktif pada akhirnya bertumpu pada kualitas sumber daya manusia yang dihasil­kan oleh sistem pendidikan.

“Agar para lulusan dapat berkon­tribusi secara optimal dalam dunia kerja, diperlukan perencanaan dan strategi penyelenggaraan pendidi­kan yang relevan, cepat beradap­tasi, dan selaras dengan kebu­tuhan pembangunan,” ujarnya.

Ia mengingatkan para pengelola pendidikan, termasuk pimpinan perguruan tinggi, guru besar, dan dosen, agar terus memastikan sistem pendidikan tepat sasaran dalam semua aspeknya.

 “Kita harus menghasilkan peserta didik yang tidak hanya pandai, tetapi juga berdaya saing dan bermental tangguh,” katanya.

Sebagai provinsi kepulauan, lanjut Umar, Maluku membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengeta­huan umum, tetapi juga memahami dan mampu mengelola potensi khas daerah.

Ia juga menegaskan, Pemerin­tah Provinsi Maluku menaruh ha­rapan besar kepada generasi muda ter­didik untuk ikut mewujud­kan visi transformasi Maluku menuju pro­vinsi yang maju, adil, dan sejahtera, sejalan dengan cita-cita besar Indonesia Emas 2045. (S-25)

BERITA TERKAIT