AMBON, Siwalimanews - Rektor Unpatti, Prof Fredy Leiwakabessy mengajak para lulusan untuk menjadi insan cendekia yang berintegritas dan mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045 serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat
Ajakan itu disampaikan rektor dalam sambutannya kepada 1.632 wisudawan periode Oktober 2025, yang digelar di Auditorium Unpatti, Rabu (29/10).
“Tambahan gelar akademik yang saudara sandang hari ini membawa konsekuensi etik, moral, dan profesional. Jadilah insan cendekia yang dibutuhkan untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa,” ucap Rektor.
Kara rektor, keberhasilan para wisudawan tidak terlepas dari kerja keras, ketekunan, serta dukungan keluarga dan para pendidik.
Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Maluku, kata Rektor, Unpatti dituntut memberi dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Untuk mencapai visi Unpatti Unggul dan Bersinar menuju World Class University, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor melalui pola Sapta Helix, yakni kerja sama antara dunia kerja, industri, dunia usaha, alumni, pemerintah, dan media.
“Kemajuan Unpatti tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan kolaborasi yang intensif dan progresif dari semua pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kemajuan Unpatti.
Tak Berhenti Belajar
Sementara itu, Ketua Senat Unpatti, Prof S.E.M. Nirahua juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar dan terus menebarkan cahaya kebaikan di mana pun mereka berada.
“Saudara-saudara diwisuda hari ini bukan akhir dari cerita, melainkan titik awal dari perjalanan yang lebih luas. Teruslah belajar, teruslah bertumbuh, dan jadilah cahaya bagi sekelilingmu di mana pun kamu berada,” kata Nirahua.
Dari total wisudawan tersebut, sebanyak 1.531 lulusan berasal dari kampus utama di Ambon, sementara 101 lulusan lainnya mengikuti prosesi di kampus penyelenggara luar daerah, yakni Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya.
Dari jumlah itu, 206 wisudawan meraih predikat cumlaude, terdiri atas 197 sarjana, 6 profesi dokter, 2 magister, dan 1 doktor.
Prof. Nirahua menyampaikan keberhasilan para lulusan merupakan hasil kerja keras banyak pihak.
Ia berpesan agar para lulusan tidak cepat puas atas pencapaian akademik yang diraih, melainkan terus mengasah kemampuan dan memperluas wawasan.
“Teruslah bermimpi dan teruslah bertanya ‘mengapa’. Jangan berhenti percaya pada kekuatan ide, imajinasi dan kerja kerasmu untuk mengubah dunia,” katanya.
Nirahua juga mengutip pesan inspiratif yang disambut tepuk tangan hangat hadirin.
“Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. Kemenangan terbesar bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit setiap kali kita jatuh,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan saling menghargai dalam mencapai kesuksesan. “Kesuksesan datang ketika kita belajar dari satu sama lain dan bersandar pada kekuatan bersama. Itulah yang membuat kalian sampai di titik wisuda hari ini,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Nirahua menegaskan bahwa hidup adalah anugerah yang harus dijalani dengan penuh makna.
“Setiap hari adalah kesempatan baru dari Tuhan untuk bertumbuh, belajar, dan menciptakan kenangan berharga. Jadilah perubahan yang ingin kamu lihat di dunia,” tuturnya.
Menutup sambutannya, ia mengingatkan agar para lulusan tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi serba bisa.
“Tekunilah satu bidang yang membuatmu bahagia, dan jadilah orang hebat di dalamnya. Orang kuat bukan yang tidak pernah menangis, tetapi yang mampu bangkit meski jatuh berkali-kali,” ucapnya.
Prof. Nirahua pun menegaskan, masa depan tidak ditentukan oleh keberuntungan, melainkan oleh kerja keras dan ketekunan. “Jika ingin mengubah dunia, mulailah dari diri sendiri. Kebesaran tidak terletak pada kekuatan fisik, tetapi pada kekuatan kebaikan yang kita lakukan,” katanya.
Jadi Agen Perubahan
Sementara itu, Gubernur Maluku melalui Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Umar Al Habsy, mengajak para lulusan Unpatti agar menjadi agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika global yang terus berubah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada rektor dan seluruh civitas akademika Universitas Pattimura yang terus berkomitmen melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda di provinsi ini,” ujar Umar.
Ia mengatakan, dunia saat ini menghadapi berbagai perubahan yang sangat cepat dan dinamis, mulai dari kemajuan teknologi hingga tantangan sosial dan ekonomi yang kompleks. Kondisi ini menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan inovatif.
“Lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Gelar akademik yang disandang bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi juga tanggung jawab moral untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa,” katanya.
Ia menegaskan, pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa, karena semua kegiatan produktif pada akhirnya bertumpu pada kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh sistem pendidikan.
“Agar para lulusan dapat berkontribusi secara optimal dalam dunia kerja, diperlukan perencanaan dan strategi penyelenggaraan pendidikan yang relevan, cepat beradaptasi, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan,” ujarnya.
Ia mengingatkan para pengelola pendidikan, termasuk pimpinan perguruan tinggi, guru besar, dan dosen, agar terus memastikan sistem pendidikan tepat sasaran dalam semua aspeknya.
“Kita harus menghasilkan peserta didik yang tidak hanya pandai, tetapi juga berdaya saing dan bermental tangguh,” katanya.
Sebagai provinsi kepulauan, lanjut Umar, Maluku membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memahami dan mampu mengelola potensi khas daerah.
Ia juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku menaruh harapan besar kepada generasi muda terdidik untuk ikut mewujudkan visi transformasi Maluku menuju provinsi yang maju, adil, dan sejahtera, sejalan dengan cita-cita besar Indonesia Emas 2045. (S-25)