AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan Pemerintah Kota Ambon akan segera melaksanakan mutasi dan promosi jabatan administrator dan pengawas dalam waktu dekat.
“Kita akan segera lakukan mutasi dan promosi untuk jabatan administrator dan pengawas. Karena itu saya ingatkan seluruh pimpinan OPD di lingkup Pemkot Ambon untuk segera mengusulkan kebutuhan jabatan di masing-masing unit,” tegas Wattimena, kepada wartawan, di Balai Kota Ambon, Selasa (10/2).
Wattimena menekankan, percepatan pengisian jabatan struktural sangat penting agar seluruh organisasi perangkat daerah, hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, dapat bekerja secara optimal dan pelayanan publik tidak terganggu.
Ia menargetkan, seluruh jabatan struktural dapat terisi penuh dalam satu kali pelantikan, mulai dari OPD, kantor camat, hingga lurah, sehingga tidak ada lagi kekosongan jabatan yang berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat.
“Sampai ke lurah semua harus terisi. Saya ingin pelantikan ini langsung selesai dan semua jabatan penuh. Karena itu pimpinan OPD harus segera mengusulkan, supaya semua bisa terisi dengan baik, termasuk di kantor camat,” ujarnya.
Dikatakan, pihaknya kedepan akan menerapkan Manajemen Talenta secara bertahap. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan birokrasi yang lebih terencana dan berbasis kompetensi.
“Nanti secara bertahap kita lakukan manajemen talenta, supaya kita tidak pusing lagi mencari siapa pengganti berikutnya. Setelah ini naik siapa, pensiun siapa, sudah jelas dan terencana,” jelasnya.
Menurutnya, jabatan administrator dan pengawas merupakan tulang punggung birokrasi, sehingga harus diisi ASN yang memiliki kemampuan, kompetensi, dan integritas.
“Jajaran administrator dan pengawas ini adalah tulang punggung kita. Harus diisi oleh orang-orang yang punya kemampuan,” tegas Wattimena.
WaliKota juga menyoroti masih banyaknya kepala puskesmas di Kota Ambon yang hingga kini dijabat oleh pelaksana tugas dalam jangka waktu yang cukup lama. Bahkan, terdapat kepala puskesmas yang menjabat sebagai Plt hingga empat tahun, kondisi yang dinilai tidak ideal dan tidak memberikan kepastian organisasi.
Menurutnya, jabatan kepala puskesmas memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan seharusnya tidak terlalu lama diisi oleh pejabat sementara.
“Pak Kadis segera jelaskan kenapa ada kepala puskesmas yang Plt sampai empat tahun. Kepala puskesmas itu bentuk pengabdian, tidak seharusnya terlalu lama Plt,” tegas Wattimena.
Walikota meminta agar dalam waktu satu minggu atau paling lambat minggu depan, seluruh kepala puskesmas yang masih berstatus Plt segera dilantik sebagai pejabat definitif, sehingga tidak ada lagi ketidakpastian dalam kepemimpinan fasilitas layanan kesehatan.(Mg-1)