AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, meraih prestasi yang membanggakan saat mengikuti Program Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri (KPPD) Angkatan II yang diselenggarakan Kemendagri bekerja sama dengan Lemhanas dan Purnomo Yusgiantoro Center.
Prestasi yang diraih walikota tersebut yakni, terpilih menjadi salah satu dari tiga kepala daerah yang memaparkan rencana aksi terbaiknya tentang Pengelolaan Sampah Terpadu dengan Pemanfaatan Teknologi.
Walikota menjelaskan, proses penilaian bukan berupa pemberian peringkat atau angka, melainkan seleksi terhadap rencana aksi yang dinilai paling relevan, komprehensif, dan mampu menjawab tantangan daerah.
“Memang tidak ada nilai atau ranking dalam kegiatan ini, tetapi tiga rencana aksi terbaik dipilih untuk dipresentasikan dihadapan para petinggi Lemhanas dan Kemendagri. Ambon termasuk dalam tiga itu, bersama Walikota Bengkulu dan Bupati Pringsewu,” ucap Walikota kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (18/11) malam.
Selama dua minggu mengikuti rangkaian kegiatan ini kata walikota, dimana lima hari di Lemhanas, tujuh hari di Singapura, dan dua hari di BPSDM Kemendagri, seluruh peserta diminta menyusun rencana aksi yang akan diterapkan di daerah masing-masing.
Walikota memilih isu pengelolaan sampah terpadu dengan pemanfaatan teknologi sebagai fokus rencana aksinya.
“Saya memilih mengangkat persoalan sampah, karena menurut saya ini isu yang paling krusial di Kota Ambon hari ini. Kami diminta mengidentifikasi masalah di daerah, memilah mana yang paling urgent, dan menyusun langkah strategis untuk mengatasinya,” jelas Walikota.
Sebelum dipaparkan secara terbuka, seluruh rencana aksi diuji terlebih dahulu di BPSDM Kemendagri dan dari 25 peserta, hanya tiga yang dinyatakan terbaik dan membawakan paparan dihadapan pejabat tinggi negara, termasuk Gubernur Lemhannas, jajaran Kementerian Dalam Negeri, serta Prof Purnomo Yusgiantoro sebagai salah satu penyelenggara program.
“Sebelum menyampaikan dihadapan para pejabat, rencana aksi itu diuji terlebih dahulu. Tiga yang terbaik dipilih untuk dipaparkan secara resmi. Ini bukan soal siapa terbaik, tetapi soal kemampuan kita mengidentifikasi persoalan dan merumuskan solusi yang efektif,” ucap Walikota.
Selain memaparkan rencana aksi, Walikota juga terpilih sebagai perwakilan peserta untuk tampil dalam podcast Purnomo Yusgiantoro Center, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KPPD Angkatan II.
Walikota mengaku, kesempatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja dan keseriusan peserta dalam merumuskan solusi nyata bagi daerah.
“Kesempatan mewakili 25 peserta lain bukan hal mudah. Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu melihat masalah, menentukan prioritas, dan merumuskan langkah stra-tegis untuk menyelesaikannya,” tandas Walikota. (S-25)