SIWALIMA.id > Berita
Walikota: Rombak Birokrasi Sesuai Kompetensi
Headline , Pemerintahan | Jumat, 1 Agustus 2025 pukul 00:10 WIT

AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengungkapkan, perombakan birokrasi di lingkup Pemerintah Kota Ambon dila­kukan sesuai kompetensi dan bukan balas dendam.

Walikota bilang, seleksi ter­buka Jabatan Pimpinan Tinggi Pra­tama (JPTP), atau yang kerap disebut Jobfit masih dilakukan sesuai ketentuan, dimulai de­ngan izin dari Kementerian Da­lam Negeri (Kemendagri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan saat ini sedang menu­nggu pertimbangan teknis dari BKN untuk pelantikan pejabat baru.

“Hasil asesmen sudah saya terima, dan saya telah memper­timbangkan masing-masing kepala dinas serta kepala badan berdasarkan kemampuan me­reka,” ujar Walikota kepada warta­wan usai menghadiri rapat luar biasa senat terbuka dalam rangka wisuda periode Juli 2025 di Auditorium Universitas Patti­mura, Rabu (30/7).

Walikota menegaskan bahwa mutasi jabatan dilakukan secara objektif dan profesional, tanpa dilandasi motif politik atau dendam pribadi. “Saya tidak pernah berpikir untuk balas dendam. Saya pastikan biro­krasi di Peme­rintah Kota Ambon me­nem­patkan orang sesuai de­ngan kompetensinya. Ini yang saya sebut se­bagai reformasi biro­krasi,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan rencana jangka panjang reformasi birokrasi melalui sistem kaderisasi. Pe­jabat-pejabat potensial akan dipersiapkan sejak dini untuk menduduki jabatan strategis di masa mendatang.

“Ke depan kita akan jalan full, jadi orang-orang yang dianggap layak harus dikader dari awal. Ketika ada pergantian, kita tidak perlu pusing cari orang,” katanya.

Dalam pendekatannya, Watti­mena mengedepankan kontrak kinerja bagi pejabat yang diangkat. Ia memanggil langsung calon pejabat untuk mengetahui gaga­san dan solusi konkret yang mereka tawarkan.

“Saya bilang ke mereka, saya butuh saudara untuk jabatan ini. Apa yang bisa saudara lakukan kalau saya tempatkan di situ? Misalnya, untuk Dinas Pariwisata, saya ingin pembangunan wisata yang terintegrasi. Harus ada program konkret seperti paralayang di Pintu Kota, pengembangan wisata mangrove, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masalah uta­ma kota seperti pengelolaan sam­pah yang perlu ditangani serius oleh kepala dinas terkait. Para peja­bat, katanya, harus menun­jukkan komitmen dan inovasi dalam menjalankan tugas mereka. “Kalau tidak mampu, saya ganti. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal kerja dan hasil,” tegas Wattimena.

Ia menutup dengan menegas­kan komitmennya untuk menggunakan seluruh potensi terbaik, termasuk dari pihak-pihak yang sebelumnya menjadi lawan politiknya.

“Walau kemarin mereka lawan saya, tapi kalau mereka punya kemampuan untuk mewujudkan visi dan misi saya, saya akan pakai mereka,” pungkasnya. (S-25)

BERITA TERKAIT