AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota Ambon akhirnya mengakui kalau pelayanan publik yang dilaksanakan saat ini perlu dilakukan evaluasi dan pembenahan guna lebih baik lagi kedepan.
Pasca viralnya pelayanan publik di Kantor Negeri Passo yang belum buka sampai pukul 09.00 WIT dilaÂporkan masyarakat langsung ke pimpinan tertinggi di Kota Ambon.
Pemerintah kemudian memperÂtemukan dua pihak yakni pengaduan pelayanan dengan Penjabat PemeÂrintah Negeri Passo dan Sekretaris Simona Tomaluweng Ivan Erick Pattinama dalam Program Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR) di Balai Kota, Jumat (17/10)
Pada kesempatan itu diberikan klarifikasi dua pihak baik Pemerintah Negeri Passo dengan masyarakat yang didengar langsung Wakil Walikota Ambon Ely Toisuta dan dihadiri pimpinan OPD.
Wati (pelapor) warga Hutumuri kemudian menjelaskan kronologis versinya yang sempat berdebat dengan sekretaris yang berujung pelaporan ke Walikota Ambon BodeÂwin Wattimena.
âBenar kejadian yang terjadi pada tanggal 15 Oktober saat bertengkar dengan sekretaris,â jelasnya.
Untuk menguatkan bukti, pelapor juga menunjukan bukti rekaman video dari awal sampai kemudian sampai ke tangan pimpinan tertiÂnggi.
Ketika diberikan kesempatan ke Sekretaris Negeri Passo Simona Tomaluweng dia juga membenarkan kejadian tersebut namun ia tidak terima kalau kantor itu tutup sampai pukul 08.40 WIT yang membuat pelayanan publik terganggu.
âItu salah. Pelayanan publik sehaÂrusnya sudah dibuka pada jam kerja, bukan pukul 08.40 belum buka,â bantahnya.
Sementara itu Pejabat Pemerintah Negeri Passo ketika diminta klarifiÂkasi ia justru membenarkan kalau pelayanan publik terlambat dilakuÂkan.
âKeterlambatan pembukaan kanÂtor disebabkan oleh komputer yang belum dihidupkan, jelasnya.
Namun fakta lapangan tidak bisa berbohong karena sejumlah mahaÂsiswa yang menjalani KKN di Negeri Passo hadir sebagai saksi.
Menindaklanjuti masalah itu, Wawali Toisuta memastikan kalau di era kepemimpinan dirinya dan walikota, mereka siap menerima maÂsukan atau kritikan dari masyarakat.
âTerima kasih ibu Waty yang hari ini sudah melakukan sebuah kritikan terhadap proses pelayanan publik melalui Pemerintah Negeri Passo. Ini menjadi catatan penting bagi kita untuk melakukan evaluasi terhadap desa dan negeri. Mudah-mudahan persoalan di Negeri Passo ini yang terakhir,â ujarnya.
Untuk itu ia berharap kedepan pelayanan publik kepada masyaÂrakat betul-betul maksimal.
âPerhatikan jam istirahat dan jam pulang, agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan bisa terlayani dengan baik,â kata ToiÂsuta.(S-25)