SIWALIMA.id > Berita
Wawali Tegaskan Pelayanan Publik akan Dibenahi
Pemerintahan | Senin, 20 Oktober 2025 pukul 22:51 WIT

AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota Ambon akhirnya mengakui kalau pelayanan publik yang dilaksanakan saat ini perlu dilakukan evaluasi dan pembenahan guna lebih baik lagi kedepan.

Pasca viralnya pelayanan publik di Kantor Negeri Passo yang belum buka sampai pukul 09.00 WIT dila­porkan masyarakat langsung ke pimpinan tertinggi di Kota Ambon.

Pemerintah kemudian memper­temukan dua pihak yakni pengaduan pelayanan dengan Penjabat Peme­rintah Negeri Passo dan Sekretaris Simona Tomaluweng Ivan Erick Pattinama dalam Program Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR) di Balai Kota, Jumat (17/10)

Pada kesempatan itu diberikan klarifikasi dua pihak baik Pemerintah Negeri Passo dengan masyarakat yang didengar langsung Wakil Walikota Ambon Ely Toisuta dan dihadiri pimpinan OPD.

Wati (pelapor) warga Hutumuri kemudian menjelaskan kronologis versinya yang sempat berdebat dengan sekretaris yang berujung pelaporan ke Walikota Ambon Bode­win Wattimena.

“Benar kejadian yang terjadi pada tanggal 15 Oktober saat bertengkar dengan sekretaris,” jelasnya.

Untuk menguatkan bukti, pelapor juga menunjukan bukti rekaman video dari awal sampai kemudian sampai ke tangan pimpinan terti­nggi.

Ketika diberikan kesempatan ke Sekretaris Negeri Passo Simona Tomaluweng dia juga membenarkan kejadian tersebut namun ia tidak terima kalau kantor itu tutup sampai pukul 08.40 WIT yang membuat pelayanan publik terganggu.

“Itu salah. Pelayanan publik seha­rusnya sudah dibuka pada jam kerja, bukan pukul 08.40 belum buka,” bantahnya.

Sementara itu Pejabat Pemerintah Negeri Passo ketika diminta klarifi­kasi ia justru membenarkan kalau pelayanan publik terlambat dilaku­kan.

“Keterlambatan pembukaan kan­tor disebabkan oleh komputer yang belum dihidupkan, jelasnya.

Namun fakta lapangan tidak bisa berbohong karena sejumlah maha­siswa yang menjalani KKN di Negeri Passo hadir sebagai saksi.

Menindaklanjuti masalah itu, Wawali Toisuta memastikan kalau di era kepemimpinan dirinya dan walikota, mereka siap menerima ma­sukan atau kritikan dari masyarakat.

“Terima kasih ibu Waty yang hari ini sudah melakukan sebuah kritikan terhadap proses pelayanan publik melalui Pemerintah Negeri Passo. Ini menjadi catatan penting bagi kita untuk melakukan evaluasi terhadap desa dan negeri. Mudah-mudahan persoalan di Negeri Passo ini yang terakhir,” ujarnya.

Untuk itu ia berharap kedepan pelayanan publik kepada masya­rakat betul-betul maksimal.

“Perhatikan jam istirahat dan jam pulang, agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan bisa terlayani dengan baik,” kata Toi­suta.(S-25)

BERITA TERKAIT