AMBON, Siwalima.id - Pasca ledakan yang diduga berasal dari amunisi jenis Grenade Launcher Machine (GLM), Polres Tanimbar mulai melakukan penyelidikan.
Peristiwa ledakan yang terjadi di Desa Atubul Dol, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu, menewaskan dua warga serta sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Tanimbar, AKBP Ayani melalui Kasi Humas, Iptu Olofianus Batlayeri menjelaskan, penyelidikan yang dilakukan sekaligus olah tempat kejadian perkara, untuk memastikan penyebab ledakan, sekaligus menjamin keamanan warga di sekitar lokasi kejadian.
“Tim identifikasi telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik, termasuk serpihan material yang ditemukan di titik ledakan, guna proses penyelidikan lebih lanjut,” tulis Batlayeri dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Kamis (19/3).
Ia mengaku, personel yang melakukan olah TKP juga, telah memasang garis polisi untuk mensterilkan area dari aktivitas warga.
Langkah ini dilakukan guna menghindari potensi bahaya dari sisa bahan peledak yang mungkin masih terdapat di lokasi. Selain itu, tim ahli juga telah mengamankan sejumlah komponen yang diduga berasal dari amunisi GLM untuk diuji di laboratorium forensik. “Polisi juga turut minta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung,” jelas Batlayeri.
Batlayeri mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Atubul Dol, agar tetap tenang dan tidak menyentuh benda mencurigakan yang menyerupai amunisi atau bahan peledak.
“Jika menemukan benda asing, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kantor polisi terdekat,” himbaunya.
KBO Satreskrim Polres Tanimbar, Ipda Yongky Wacano yang memimpin langsung kegiatan olah TKP memastikan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul amunisi militer tersebut serta penyebab pasti ledakan. Dua Warga Tewas Sebelumnya diberitakan, Ledakan granat yang diduga merupakan sisa latihan militer, menewaskan dua warga Desa Atubul Dol, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Tanimbar, Minggu (15/3). Granat jenis apel tersebut, meledak di dalam rumah warga sekitar pukul 21.00 WIT itu, bukan hanya menewaskan dua korban, namun sejumlah warga juga mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan medis.
Granat yang diduga merupakan sisa latihan ini, sebelumnya ditemukan di area kebun warga dan dibawa pulang ke rumah, lantaran dikira sebagai benda antik.
Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima menyebutkan, korban Rafael Romroman yang baru pulang dari prosesi adat, diminta membuka benda tersebut menggunakan obeng. Karena sulit dibuka, kemudian anaknya, Edwardus Romroman (ER), turut membantu. Namun naas, granat itu tiba-tiba meledak.
“Katong kira itu barang biasa, mungkin barang lama atau antik. Tidak ada yang tahu itu granat aktif,” ungkap salah satu anggota keluarga korban kepada Siwalima, Selasa (17/3)
Ledakan tersebut menyebabkan Rafael Romroman meninggal dunia di tempat dengan kondisi tubuh mengalami kerusakan parah. Ayah korban yang berada di lokasi juga terkena serpihan dan meninggal dunia.
Sementara istri korban, Ny Afia Batmianik/Romroman, mengalami luka serius dan hingga kini belum sadarkan diri dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Kota Saumlaki. Beberapa korban lain juga dilaporkan mengalami luka berat.
“Korban perempuan masih kritis, belum sadar sampai sekarang. Ada juga beberapa yang luka berat kena serpihan,” bebernya.
Peristiwa ini menurutnya, diduga kuat berkaitan dengan sisa latihan militer yang dilakukan di wilayah tersebut. Granat ditemukan di kebun warga yang diduga menjadi lokasi atau sekitar area latihan. Keluarga korban pun menyayangkan adanya dugaan kelalaian dalam pembersihan sisa bahan berbahaya pasca latihan militer.
“Kalau memang itu sisa latihan, seharusnya dibersihkan. Jangan sampai masyarakat yang jadi korban seperti ini,” tegas pihak keluarga.
Keluarga korban mendesak agar dilakukan penyelidikan menyeluruh dan meminta pihak yang bertanggung jawab segera mengambil sikap.(S-25)