SIWALIMA.id > Berita
Bupati Sebut Jurnalistik Bukan Sekadar Menulis Berita
Daerah | Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 01:34 WIT

MASOHI, Siwalimanews – Puluhan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Maluku Tengah mendapat pengetahuan tambahan yakni pelatihan jurnalistik.

Kegiatan ini digagas Dinas Pe­muda dan Olahraga Kabupaten Malteng yang bekerja sama de­ngan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Dinas PUPR Malteng, Selasa (21/10), dibuka oleh Sekda, Rakib Sahu­bawa, mewakili Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah wartawan senior sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dispora yang terus berinovasi membangun kapasitas generasi muda, serta kepada insan pers yang menjadi mitra strategis dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar.

“Jurnalistik bukan sekadar kegiatan menulis berita, tetapi seni berpikir kritis dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan kebenaran,” jelas terang bupati.

Di era digital yang penuh arus informasi, literasi media menjadi sangat penting. Untuk itu pelatihan yang diberikan ini merupakan langkah nyata menumbuhkan semangat literasi dan kepekaan sosial di lingkungan sekolah.

Menurutnya para peserta pelatihan hari ini adalah calon jurnalis muda yang akan menjadi corong informasi, pembawa inspirasi dan penyampai kebenaran di tengah masyarakat.

“Tulislah kisah-kisah positif tentang sekolah, teman, dan budaya daerah,” pesannya.

Selain itu ia menegaskan ditangan generasi muda yang cerdas dan beretika, jurnalistik akan menjadi kekuatan moral yang membangun bangsa.

Sementara itu, Kepala Dispora Malteng, Sukri menjelaskan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas sumber daya pemuda di bidang komunikasi dan jurnalistik.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para siswa dapat berpikir lebih kritis dan kreatif dalam menyampai­kan informasi. Ini juga wadah untuk me­numbuhkan minat dan bakat jurna­listik di kalangan pelajar,” jelas Sukri.

Di tengah derasnya arus infor­masi digital, lanjutnya generasi mu­da perlu dibekali kemampuan me­nulis dan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh hoax.

“Kami harap para pelajar mampu menjadi pelopor literasi di sekolah­nya masing-masing, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui karya tulis yang jujur dan bermakna,” tandasnya.

Pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari kalangan insan pers di Malteng yang tergabung dalam PWI.

Para wartawan yang hadir turut membimbing peserta dalam praktik menulis berita, mengenali unsur jurnalistik dan etika pemberitaan.

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan agar setiap sekolah mem­bangun media internal seperti buletin, majalah dinding, atau blog yang dikelola oleh siswa. (S-17)

BERITA TERKAIT