AMBON, Siwalima.id - Operasi pencarian terhadap 8 korban yang masih hilang akibat tenggelamnya sebuah speed boat di sekitar Perairan Pulau Dai, Kabupaten MBD, memasuki hari ketiga, Minggu (14/6).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon, Muhamad Arafah mengatakan, operasi SAR kembali dilanjutkan sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, BPBD MBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, tenaga medis, serta masyarakat setempat.
“Memasuki hari ketiga pencarian, kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat untuk memaksimalkan upaya pencarian terhadap delapan korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang,” ucap Arafah.
Ia menjelaskan, pada pagi hari pihaknya menerima laporan bahwa Kapal Kargo KM Teifelin yang sebelumnya turut membantu pencarian, telah tiba di Pelabuhan Tepa pada, Sabtu (13/6) malam sekitar pukul 00.00 WIT. Namun, pencarian yang dilakukan kapal tersebut belum membuahkan hasil.
“Kami mendapat informasi dari Camat Babar Barat dan Kapolsek Tepa, bahwa KM Teifelin telah menyelesaikan pencarian dan kembali ke Pelabuhan Tepa dengan hasil masih nihil,” papar Arafah.
Menurut Arafah, masyarakat setempat juga kembali dilibatkan dalam operasi pencarian menggunakan speed boat dan long boat. Namun pelaksanaan pencarian tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan.
Selain itu, unsur SAR dari Pos SAR Saumlaki bersama Ditpolairud Polda Maluku bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Kapal Polisi KP XVI-2006 guna memperkuat operasi pencarian di area yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya speed boat tersebut.
“Kami telah mengerahkan personel dan sarana pendukung untuk membantu pencarian. Saat ini tim gabungan masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan penyisiran,” cetus Arafah.
Diketahui, kecelakaan laut tersebut terjadi pada Kamis (11/6). Speed boat yang mengangkut 10 orang berlayar dari Sinairusi menuju Tepa, namun dihantam cuaca buruk di sekitar Perairan Pulau Dai hingga akhirnya tenggelam.
Dua penumpang berhasil selamat setelah berenang menuju Desa Sinairusi dan meminta bantuan warga setempat. Sementara delapan penumpang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Arafah menambahkan, operasi SAR melibatkan sedikitnya 75 personel gabungan dengan dukungan tiga unit speed boat masyarakat dan satu unit kapal patroli Ditpolairud Polda Maluku.
Berdasarkan informasi cuaca terbaru, kondisi perairan di lokasi pencarian berawan tebal dengan kecepatan angin berkisar 16 hingga 32 knot dari arah tenggara hingga timur, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
“Kami berharap seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja maksimal dan semoga para korban segera ditemukan,” pungkasnya.
Minta Dukungan Doa
Terpisah, Pemkab MBD menggelar doa dan pergumulan bersama sebagai bentuk dukungan spiritual terhadap upaya pencarian 8 korban yang masih hilang dalam musibah laut di perairan Pulau Dai.
Doa bersama itu berlangsung di Gedung Gereja Eliora Tiakur, Sabtu (13/6) malam, dan dihadiri ASN, Majelis Jemaat GPM Tiakur, serta warga Jemaat GPM Tiakur.
Sebelum doa bersama dimulai, Wakil Bupati MBD, Agustinus Lekwarday Kilikily, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada majelis jemaat serta seluruh umat GPM Tiakur yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Kami sampaikan terima kasih kepada para pelayan dan seluruh umat Jemaat GPM Tiakur yang telah berkenan memfasilitasi doa dan pergumulan bersama ini. Kehadiran kita semua merupakan wujud kepedulian dan solidaritas terhadap keluarga korban yang sedang menghadapi masa-masa sulit,” ujar wabup.
Pemkab, kata wabup terus memantau perkembangan di lapangan dan mengarahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mendukung proses pencarian.
2 penumpang dari 10 penumpang speed naas itu yang selamat masing-masing Yakob Anamofa dan Ignasius Matrunkoly, sementara 8 penumpang yang belum ditemukan yakni, Anton Menahem, Yomina Waliana, Regina Unawekla, Jakson Unawekla, Marselo Unawekla, Teresia Wulan Keimury, Hendrina Esran, dan Asail Daniel.(S-10/S-28)